banner 728x250
News  

Pamarican Ciamis Terendam Banjir

banner 468x60

BERANDAKU.COM – Bencana banjir kembali menerjang wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, setelah tanggul Sungai Citalahab dilaporkan jebol akibat meningkatnya debit air secara drastis.

Peristiwa tersebut menyebabkan permukiman warga di Dusun Kubang Pari, Desa Bangunsari, terendam banjir dan memaksa warga bersiap melakukan evakuasi mandiri. Peristiwa tanggul jebol terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu sungai, sehingga debit air meningkat tajam dan tidak lagi mampu dibendung tanggul.

Example 300x600

Air sungai yang meluap dengan cepat masuk ke kawasan permukiman warga, terutama di Dusun Kubang Pari yang lokasinya berada di sepanjang aliran sungai. Genangan air mulai merendam rumah-rumah warga saat debit sungai terus meningkat.

Ketinggian air dilaporkan terus bertambah dalam waktu singkat, membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian warga lainnya memilih bersiap mengungsi demi keselamatan.

Anggota FK Tagana Kecamatan Pamarican, Baehaqi Efendi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut tanggul yang jebol membuat air dengan cepat menggenangi kawasan permukiman.

“Tanggul Sungai Citalahab jebol dan air sudah masuk ke pemukiman warga Dusun Kubang Pari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Baehaqi menjelaskan, aliran air semakin deras dan berpotensi meluas ke wilayah lainnya. Warga telah diimbau untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko keselamatan.

Menurutnya, imbauan evakuasi telah disampaikan kepada warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Citalahab terutama bagi mereka yang rumahnya berada di titik terdekat dengan tanggul yang jebol.

Debit air yang terus meningkat dikhawatirkan memperluas area terdampak apabila curah hujan kembali tinggi. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan kebencanaan masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Sejumlah personel disiagakan untuk membantu proses evakuasi dan memastikan keselamatan warga terdampak. Petugas juga telah menerjunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menurutnya, prioritas evakuasi diberikan kepada kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, dan ibu hamil.

Selain itu, petugas juga melakukan pendataan jumlah rumah terdampak serta kebutuhan mendesak warga, termasuk logistik dan tempat pengungsian sementara.

“Warga yang mengungsi diarahkan ke lokasi yang lebih aman dan tidak terdampak genangan,” katanya.

Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali mengguyur wilayah hulu sungai.

“Warga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan,” katanya. ***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *