banner 728x250
News  

Lewat Bank Sampah, Limbah MBG Dapat Diolah Masyarakat

AKRAB. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Luthfi Hizba Rusydia (kacamata) bersama CEO Bank Sampah MBG Ponpes Cipasung Muhammad Nazmi (kiri) ajak masyarakat mengelola sampah lewat Bank Sampah MBG di TPS Cipeundeuy Desa Cipakat, awal Januari lalu.
banner 468x60

BERANDAKU.COM – Pondok Pesantren Cipasung melalui para santrinya menginisiasi pengelolaan sampah berkelanjutan dengan membentuk Bank Sampah Manage, Build, dan Grow (MBG).

Bank sampah ini berlokasi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kampung Cipeundeuy, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, dan resmi dilaunching pada awal Januari lalu.

Example 300x600

Kehadiran bank sampah MBG ini dikembangkan selain untuk percontohan bagi masyarakat juga dapat menjadi solusi konkret atas persoalan sampah di lingkungan pesantren dan sekitarnya.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Luthfi Hizba Rusydia ST MSc mengapresiasi inisiatif pembentukan bank sampah yang dikelola oleh para santri Ponpes Cipasung.

Menurutnya, sebagai mitra kerja bidang lingkungan hidup, Komisi III menilai langkah ini sebagai terobosan dan solusi atas persoalan sampah di daerah.

Ia menyebut sampah merupakan salah satu masalah besar di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan adanya Bank Sampah MBG, menurut Luthfi, terbuka peluang bahwa sampah dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik bersama masyarakat.

“Disatu sisi ada nilai ekonomis bagi masyarakat yang ikut dalam pengelolaan bank sampah ini, jadi ada pendauran ulang. Disisi lain kebersihan lingkungan bisa terjaga lebih bersih ketika sampah dikelola dengan baik,” ungkap Luthfi.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan, program MBG merupakan program strategis dari Presiden yang perkembangannya sangat pesat dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Namun, di balik program makan bergizi gratis, terdapat persoalan sampah sisa makanan yang juga harus ditangani.

“Kita juga dihadapkan dengan persoalan sampah sisa makanan MBG. Dengan hadirnya Bank Sampah di TPS Cipeundeuy dekat Ponpes Cipasung ini bisa menjadi solusi pengolahan sampah,” harap Asep.

Asep menegaskan bahwa persoalan sampah bukan untuk disesali, melainkan harus dijawab dengan solusi. Ia mengapresiasi langkah Ponpes Cipasung yang berani memulai pengelolaan sampah terpadu melalui bank sampah.

“Atas nama pemerintah mensupport dan mendukung upaya ini, dan percontohan ini akan disampaikan ke lingkungan dan pesantren lainnya supaya kebaikan ini terus berlanjut menular dan berkembang,” katanya.

CEO Bank Sampah MBG Ponpes Cipasung Muhammad Nazmi menjelaskan bahwa pembentukan bank sampah ini berawal dari persoalan sampah di Cipasung yang setiap harinya mencapai setengah hingga lima ton. Selama ini, penanganan sampah hanya sebatas memindahkan lokasi pembuangan.

“Yang tadinya ke sungai Cisaruni sekarang ke TPS Cipeundeuy. Akhirnya kita hanya bisa sedikit memberikan solusi. Maka kehadiran Bank Sampah MBG ini diharapkan menjadi solusi dalam pengelolaan sampah terpadu,” kata Nazmi.

Ia berharap Bank Sampah MBG dapat mendorong program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan serta mendukung program pemerintah daerah.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga dapat menunjang kedaulatan pangan ke depan.

“Dapat memberikan solusi bukan hanya pada aspek sosial, tetapi menunjang kebutuhan kedaulatan pangan kedepan,” paparnya. (Tim Redaksi Berandaku.com)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *