BERANDAKU.COM – Muhammad Zainal Arifin resmi terpilih menjadi Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Kabupaten Tasikmalaya periode 2026-2029 berdasarkan hasil perhitungan suara, dalam pemilihan ketua baru di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP-TK) dr H Faisal Soeparianto MSi, yang diwakili oleh Sekretaris DPM-PTSP-TK H Omay Rusmana.
Omay yang membacakan sambutan Kepala DPM-PTSP-TK, menyampaikan akan pentingnya peran forum BKK dalam menjembatani lulusan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Diharapkan kepengurusan forum BKK yang baru dapat semakin memperkuat sinergi, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan termasuk memperluas jaringan kemitraan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus BKK yang telah bekerja keras menjembatani kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan para alumni
SMK,” ungkap Omay.
Menurut Omay, BKK bukan sekadar wadah pendataan alumni, tetapi merupakan ujung
tombak dalam mengurangi angka pengangguran terbuka tingkat
kabupaten.
“Melalui musda ini diharapkan menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya,mana yang perlu dipertahankan dan mana yang harus diperbaiki,” harap dia.
Dia mendorong BKK mampu memperkuat
kemitraan dengan perusahaan lokal maupun nasional agar lulusan SMK benar-benar terserap sesuai kompetensinya.
Diharapkan BKK juga dapat bersinergi dengan dinas terkait dalam penempatan tenaga kerja keluar daerah maupun keluar negeri.
“Kepada pengurus BKK yang terpilih, agar amanah, inovatif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan industri,” tambah dia.
Dia menambahkan, BKK sinergi dengan program pemerintah Kabupaten Tasikmalaya satu desa satu sarjana yang biaya pendidikan per semesternya gratis dibiayai oleh pemerintah daerah.
Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Zainal Arifin, mengaku setelah terpilih akan berupaya meningkatkan kolaborasi antar-BKK.
Dengan memperkuat sistem informasi lowongan kerja, serta mendorong pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Ia mengaku fokusnya pada peningkatan kualitas layanan BKK, termasuk memperluas kerjasama dengan perusahaan.
“Termasuk ikut serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja,” pungkasnya. ***













