BERANDAKU.COM – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Pondok Pesantren (Ponpes) NuurudDawah Leuwisari menggelar agenda tahunan Safari Ziarah ke Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya.
Sebanyak 350 jamaah yang terdiri dari santri, guru, hingga jamaah Majelis Istighotsah turut serta dalam perjalanan spiritual yang berlangsung pada 12-13 Februari 2026 ini.
Humas Ponpes NuurudDawah, Mochamad Aldi Eka Agista, menyampaikan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Tasikmalaya saja, tetapi juga mencakup wilayah Sumedang, Garut, hingga Bandung.
Perjalanan dimulai dengan pemberangkatan dari Ponpes NuurudDawah menuju Masjid Agung Baiturrahman, Kabupaten Tasikmalaya. Di masjid kebanggaan warga Tasik ini, para jamaah mengikuti sesi tausiah serta pembacaan Manakib Syekh Abdul Muhyi Pamijahan untuk menyelami sejarah dan perjuangan sang ulama.
Setelah melaksanakan salat Asar, rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Al Askari. Di lokasi ini, rangkaian ibadah berlanjut dengan khidmat melalui salat Magrib berjamaah, pembacaan Al-Barzanji, selawat, hingga prosesi mahalul kiyam yang ditutup dengan salat Isya.
Baca Juga : Komitmen Penghijauan, KPH Perhutani dan CDK VI Jabar Serahkan 120 Bibit Pohon
Tepat pukul 22.00 WIB, rombongan tiba di kawasan wisata religi Pamijahan. Fokus utama ziarah adalah makam Syekh Abdul Muhyi, tokoh penyebar Islam yang sangat dihormati di Jawa Barat. Selain berziarah, para jamaah juga melakukan tadabur alam ke Goa Safarwadi, sebuah situs bersejarah yang kental dengan nuansa spiritual.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan salat Subuh berjamaah dan istighotsah akbar di Masjid Safarwadi sebelum akhirnya kembali ke pondok pesantren.

Aldi berharap melalui Safari Ziarah ini, para jamaah mendapatkan keberkahan dan kesiapan batin dalam menyongsong bulan puasa.
“Semoga safari ini menjadi ladang pahala. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, kami berharap termasuk pada golongan orang-orang yang bahagia akan hadirnya bulan Ramadan,” ujarnya kepada wartawan.
Pihak pesantren optimis agenda ini akan terus berkembang dan menarik lebih banyak jamaah di tahun-tahun mendatang sebagai syiar Islam yang berkelanjutan di wilayah Priangan Timur.***













