BERANDAKU.COM – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama tingkat Kabupaten Tasikmalaya sukses digelar di Pondok Pesantren Darussalam, Rajapolah, Tasikmalaya.
Ribuan warga Nahdliyin, kiai sepuh, hingga jajaran Badan Otonom (Banom) tumpah ruah dalam acara resepsi yang penuh keberkahan tersebut.
Sejak pagi, suasana santri yang kental berpadu dengan dekorasi khas hijau NU mendominasi area pesantren. Acara dibuka dengan Gema Wahyu Ilahi, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Ya Lal Wathan yang menggetarkan semangat nasionalisme jamaah yang hadir.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah, Dr. KH. Ahmad Deni Rustandi, M.Ag., dalam sambutannya menyatakan rasa syukur dan bangga atas terpilihnya pesantren tersebut sebagai tuan rumah. Bagi keluarga besar Darussalam, kehadiran para ulama dan ribuan jamaah adalah berkah yang luar biasa.
“Seluruh fasilitas dan pelayanan yang kami berikan adalah bentuk khidmah (pengabdian) pesantren terhadap Nahdlatul Ulama. Kami berharap acara ini menjadi wasilah turunnya rahmat Allah bagi masyarakat Tasikmalaya,” tutur KH. Ahmad Deni penuh khidmat.
Baca Juga : Sambut Ramadan, 350 Jamaah Ponpes NuurudDawah Gelar Safari Ziarah ke Pamijahan

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH. Atam Rustam, M.Si., memanfaatkan momentum Harlah ini untuk memberikan instruksi strategis kepada seluruh kader. Ia menekankan bahwa Harlah harus menjadi titik refleksi untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat Ranting (desa).
“NU akan terus bermitra dengan pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas, keamanan, dan pembangunan moral masyarakat. Saya instruksikan agar seluruh Banom bersinergi demi kemandirian ekonomi dan pendidikan warga,” tegas KH. Atam.
Beliau juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Ponpes Darussalam atas totalitas dalam memfasilitasi perhelatan akbar ini.
Salah satu momen paling krusial dalam acara ini adalah pembacaan Istighosah dan Tahlil yang dipimpin oleh para kiai sepuh. Ribuan jamaah larut dalam doa bersama untuk keselamatan bangsa, kejayaan organisasi NU, serta kedamaian di wilayah Tasikmalaya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Mauidzah Hasanah yang mengulas sejarah perjuangan para pendiri (Muassis) NU. Pesan utamanya sangat jelas: warga NU harus meningkatkan kualitas SDM untuk menjawab tantangan zaman digital tanpa meninggalkan tradisi kepesantrenan.
Resepsi Harlah NU di Rajapolah ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penguatan spiritual dan organisatoris bagi warga Nahdliyin Tasikmalaya untuk terus menjaga agama dan kedaulatan negara.***













