banner 728x250

Gerakan Subuh Berjamaah Edisi ke-284 di Ciawi

banner 468x60

BERANDAKU.COM – Semangat menyambut milad ke-6 terasa kental dalam gelaran Gerakan Subuh Berjamaah Bikers Subuhan Tasik Utara (BSTU) ke-284 yang dipusatkan di Masjid Al-Ihsan, Kampung Mulyarasa, Desa Kertamukti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (22/2/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Ramadan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus refleksi perjalanan enam tahun komunitas tersebut dalam menghidupkan salat Subuh berjamaah. Sekretaris Jenderal BSTU, King Salman, menyebut Masjid Al-Ihsan memiliki nilai historis bagi komunitasnya.

Example 300x600

“Dulu launching di Masjid Al-Ihsan ini dan kini sudah menginjak enam tahun. Kegiatan ini merupakan gerakan shubuhan ke-284, semoga kami bisa istiqamah dan terus berbagi maslahat,” ujarnya.

Tak kurang dari 250 jamaah memadati masjid. Kehadiran jamaah perempuan, terutama ibu-ibu, cukup mendominasi karena berbarengan dengan kegiatan kuliah Subuh (kulsub) Ramadan. Antusiasme tersebut mencerminkan dukungan luas masyarakat terhadap gerakan yang diinisiasi komunitas biker muslim ini.

Kulsub diisi Ajengan Muda, Ajengan Miftahudin, yang mengupas persoalan aqidah berdasarkan nadzom Kitab Tijaan ad Daruuriy. Materi yang disampaikan meliputi pembahasan aqidah uluhiyyah, nubuwat, dan sam’iyat, disampaikan secara ringkas namun mendalam.

Pembina BSTU, Ustaz Yayan Hanafi, S.Kom.I., M.M., menegaskan bahwa Gerakan Subuh Berjamaah bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari syiar untuk membangkitkan kesadaran umat memakmurkan masjid, terutama pada waktu Subuh.

“Masjid harus menjadi pusat peradaban, bukan hanya tempat salat, tetapi juga tempat membangun solidaritas dan kepedulian sosial,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan salat, peserta berkumpul sejak pukul 03.30 WIB di Barak Ciawi sebagai titik kumpul, kemudian bergerak bersama menuju lokasi dengan tetap menjaga ketertiban dan mematuhi aturan lalu lintas.

Menurut Yayan, konsistensi hingga edisi ke-284 menunjukkan komitmen komunitas dalam menjaga tradisi dakwah yang inklusif. Kegiatan ini terbuka untuk siapa saja tanpa memandang latar belakang organisasi atau komunitas.

“Siapa pun boleh bergabung. Tidak harus dari komunitas motor tertentu. Prinsipnya ingin menghadirkan suasana Subuh yang hidup, ramai, dan penuh semangat,” katanya.

Pihak panitia juga berkoordinasi dengan unsur masyarakat setempat guna memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif. Selain sebagai ajang ibadah, gerakan ini dinilai memberi dampak sosial positif karena mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

BSTU berharap semangat yang terus terjaga selama enam tahun ini dapat menginspirasi wilayah lain untuk menghadirkan gerakan serupa, sehingga Subuh berjamaah semakin membudaya dan masjid kian makmur. ***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *