banner 728x250

KKN-T Unik Cipasung Lestarikan Tradisi Magrib Mengaji 

banner 468x60

BERANDAKU.COM – Tradisi mengaji selepas salat Magrib yang dahulu menjadi kebiasaan di desa-desa Tasikmalaya kini mulai memudar seiring derasnya arus digitalisasi.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung (Unik Cipasung) menggulirkan program “Magrib Mengaji” sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

Example 300x600

Program tersebut dilaksanakan selama Januari hingga Februari 2026 di empat kecamatan, yakni Rajapolah, Cisayong, Sukaheuning, dan Ciawi. Salah satu titik pelaksanaannya berada di Desa Rajapolah Kecamatan Rajapolah.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unik Cipasung, Dr. Susanti Wulandari, menjelaskan bahwa program Magrib Mengaji menjadi bagian dari fokus pengabdian kampus dalam memperkuat nilai sosial-keagamaan masyarakat.

“Tradisi Magrib Mengaji ini sebenarnya sudah lama hidup di tengah masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir mulai berkurang karena perubahan pola aktivitas keluarga dan meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak. Kami ingin membantu menghidupkannya kembali,” ujarnya, Rabu, (18/2/2026).

Menurutnya, waktu selepas Magrib merupakan momentum penting dalam pembentukan karakter religius generasi muda.

Oleh karena itu, melalui KKN-T, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjalankan program administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial masyarakat.

Di Desa Rajapolah, mahasiswa KKN-T menggelar kegiatan mengaji rutin di masjid dengan melibatkan anak-anak dan remaja setempat. Kegiatan ini dipandu mahasiswa bersama tokoh masyarakat dan pengurus masjid.

Program ini dinilai relevan dengan tantangan sosial saat ini, di mana anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat digital.

Dengan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan, diharapkan interaksi sosial dan pendidikan karakter dapat tumbuh secara alami di lingkungan masyarakat.

Melalui KKN-T ini, Unik Cipasung menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam di Tasikmalaya untuk berkontribusi langsung dalam menjaga tradisi keagamaan dan membangun fondasi moral generasi muda.

“Tradisi Magrib Mengaji diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar agenda sementara, melainkan bagian dari upaya kolektif masyarakat dalam menyiapkan generasi yang beriman, berakhlak, dan berkarakter kuat,” tegasnya.

Ketua RT Kampung Burujul, Jajat Sudrajat, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia mengaku merasakan perubahan signifikan sejak program berjalan.

“Alhamdulillah, sekarang setiap Magrib anak-anak sudah mulai berdatangan ke masjid. Sebelumnya memang cenderung sepi. Kehadiran mahasiswa KKN-T ini memberi semangat baru bagi warga,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah masa KKN-T selesai. “Kami ingin ini menjadi kebiasaan lagi seperti dulu, bukan hanya program sementara,” tambahnya.

Salah seorang mahasiswa KKN-T, Zikri Abdul Halim, menuturkan bahwa pendekatan persuasif menjadi kunci keberhasilan program. Mahasiswa tidak hanya mengajak anak-anak mengaji, tetapi juga membangun kedekatan secara personal.

“Kami mencoba berbaur dengan masyarakat, ikut kegiatan warga, lalu secara perlahan mengajak anak-anak kembali meramaikan masjid. Responsnya sangat positif,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan Magrib Mengaji tidak hanya berfokus pada membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan pemahaman dasar keagamaan dan pembiasaan disiplin waktu.

“Harapannya, anak-anak terbiasa mengisi waktu malam dengan kegiatan yang bermanfaat,” tuturnya. ***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *