BERANDAKU.COM – Plt Kasat Pol Airud Polres Tasikmalaya, Iptu Agus Kasdili fokus mengamati wisatawan yang berenang di Pantai Sindangkerta, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (15/2/2026).
Gerak- geriknya seperti harimau lapar yang siap kapan saja mencabik dan menerkam mangsanya dengan kukunya yang kuat dan tajam.
Bola mata bergulir-gulir ke kiri dan ke kanan, ia memang tidak mau kecolongan, seperti bulan kemarin 12 Januari 2026.
Ada pemuda asal Sukaraja, Tasikmalaya yang berenang melawan arus, tewas digulung ombak Pantai Sindangkerta Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.
Saat hari libur dan bertepatan dengan hari terakhir acara munggahan, Agus memilih terjun langsung berpatroli di wilayah kerjanya.
Setiap kali ada wisatawan yang dianggap berada di daerah atau zona yang membahayakan, ia siap mengawasi dan mengingatkan.
Zona yang membahayakan ini melintasi hamparan karang yang dangkal, beralih ke daerah berbahaya dengan berenang.
Semakin menuju ke tengah laut dengan sigap Agus berteriak, menggunakan megaphone atau pengeras suara, memperingati supaya para wisatawan kembali ke tempat aman.
Bahkan ia melakukannya berulang kali, tidak ada kata bosan selagi para wisatawan masih membangkang dengan himbauannya.
Menurut Plt Kasat Pol Airud Polres Tasikmalaya, Iptu Agus Kasdili, hampir setiap hari berpatroli baik di lautan wilayah Polres Tasikmalaya, hingga wilayah dekat pantai Pangandaran.
Selain itu tugas Pol Airud memantau para wisatawan yang datang untuk berenang ke Pantai Sindangkerta Cipatujah.
Lanjut Agus, patroli di laut menggunakan 4 kapal patroli milik Pol Airud Polres Tasikmalaya dan sejumlah perahu karet.
” Di obyek wisata kami patroli menerjunkan anggota Pol Airud. Kegiatan Patroli ini sangat penting dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan para wisatawan yang sedang menikmati sumber daya alam laut cipatujah,” tegas Agus.
Menurut Agus, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, saat acara munggahan jumlah pengunjung Pantai Sindangkerta, Cipatujah selalu meningkat tajam.
“Ya itu tugas kita memberikan rasa aman dan membantu keselamatan wisatawan saat berenang, memantau langsung dan memberikan arahan, supaya pengunjung mengikuti aturan dan menjaga keselamatan,” tambahnya.
Memang, Minggu, 15 Februari 2026, para pengunjung pantai Sindangkerta Cipatujah, kata Agus terlihat membludak dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Seperti rombongan wisatawan dari Ponpes dan MI Terpadu Cintaraja, Singaparna, Tasikmalaya, yang berkunjung ke Pantai Sindangkerta, Cipatujah.
Menurut Pimpinan Yayasan MI Terpadu Cintaraja, Tahyudin SAg, di hari terakhir libur munggahan lebih memilih berkunjung ke Pantai Cipatujah, karena tiketnya lebih terjangkau, hanya Rp 6.000 per orang.
Selain bisa sambil berziarah ke makam Syekh Abdul Muhyi Pamijahan, anak-anak santri berenang di Pantai Sindangkerta, Cipatujah.
Kegiatan ini merupakan rangkaian acara munggahan, sekaligus berkunjung ke Markas Pol Airud Cipatujah, Polres Tasikmalaya.
Kata Tahyudin, tidak hanya berwisata Santri akan diberi edukasi oleh Pol Airud Tasikmalaya dalam menjaga keamanan pantai di wilayah kerja Polres Tasikmalaya dan kerja profesional lainnya sebagai polisi penjaga pantai. (Tim Redaksi Berandaku).













