TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Nasib nahas menimpa Dede Ruhiyat, warga Kampung Wangunjaya, Desa Wandasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Rumah panggung miliknya ludes dilalap si jago merah saat ia sedang merantau di Jambi, Rabu (11/3/2026) dini hari.
Musibah ini terasa kian memilukan karena terjadi hanya lima hari sebelum rencana kepulangan Dede ke kampung halaman. Menurut keterangan pihak keluarga, Dede bersama istri dan anaknya dijadwalkan tiba pada Minggu mendatang. Namun, sebelum sempat menginjakkan kaki di rumah, bangunan tersebut kini telah rata dengan tanah.
Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, tepat saat warga sekitar tengah bersiap melaksanakan makan sahur.
Saksi mata di lokasi, Rinto, yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian, mengaku pertama kali mendengar suara gemeretak kayu yang terbakar. Saat diperiksa, kobaran api rupanya sudah membesar di bagian atap rumah Dede.
“Begitu saya keluar, api sudah menyala hebat di atap rumah. Saya langsung berteriak meminta tolong hingga warga berdatangan,” ujar Rinto.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Sering Datang Mendadak, BPBD Ingatkan 1 Hal Penting bagi Warga
Warga setempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kencangnya hembusan angin serta material rumah yang didominasi kayu dan bilik bambu membuat api sangat cepat merambat. Dalam waktu kurang dari dua jam, rumah berukuran 8 x 12 meter tersebut ambruk dan menjadi abu.
Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus Sukmana, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena posisi rumah dalam keadaan kosong. Namun, seluruh isi rumah termasuk barang-barang elektronik tidak terselamatkan.
“Dugaan kuat penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari bagian atap, sementara rumah dalam keadaan kosong tanpa penghuni,” kata Iptu Agus Sukmana.
Meski tidak ada korban luka maupun jiwa, kerugian materiel diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Pihak kepolisian mengimbau warga untuk selalu waspada dan memeriksa instalasi listrik secara berkala, terutama saat rumah akan ditinggalkan dalam waktu lama.***













