BERANDAKU.COM – Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Kota Tasikmalaya resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang digelar di Mapolres Tasikmalaya Kota, Kamis (12/3/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, bersama Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto serta Dandim 0612 Tasikmalaya.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengatakan pihaknya menurunkan sebanyak 555 personel gabungan untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama arus mudik hingga arus balik Lebaran.
Ratusan personel itu akan ditempatkan di berbagai titik strategis yang dinilai rawan kemacetan maupun keramaian, seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga objek wisata.
“Kami menyiapkan pengamanan di berbagai titik strategis agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun beraktivitas selama libur Lebaran merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Tasikmalaya Kota juga menyiapkan 13 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di sejumlah lokasi.
“Dua pos terpadu di kawasan Techno Park dan Taman Kota. Pos pelayanan di kawasan objek wisata Gunung Galunggung,” terangnya.
Sementara itu, pos pengamanan didirikan di beberapa titik yang menjadi jalur lalu lintas utama, di antaranya Fly Over Rajapolah, SP4 Panyusuhan, SP5 Linggajaya, SP4 Cisumur, SP4 Cibeureum, JB Karang Resik, serta kawasan Alun-alun Manonjaya.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan Pemerintah Kota Tasikmalaya juga menyiapkan berbagai dukungan lintas sektor untuk memastikan kelancaran arus mudik.
Menurutnya, Pemkot Tasikmalaya membentuk Posko Kolaborasi Mudik-Balik 2026 yang akan beroperasi selama 24 jam mulai 14 hingga 26 Maret 2026.
“Posko utama akan dipusatkan di Pertigaan Jalan Baru atau Cador, Kelurahan Sukamanah, yang menjadi salah satu jalur perlintasan kendaraan selama musim mudik,” kata Viman.
Ia menjelaskan, dari sektor transportasi Dinas Perhubungan telah menyiagakan sebanyak 840 unit armada guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Armada tersebut terdiri dari 725 unit angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) reguler, serta 115 unit kendaraan cadangan. Selain itu, dukungan angkutan kota dan angkutan perbatasan juga turut disiapkan.
“Seluruh armada telah menjalani ramp check sejak H-30 sebelum Lebaran untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan,” ujarnya.
Viman juga menyampaikan kesiapan sektor kesehatan untuk mengantisipasi situasi darurat selama masa mudik dan libur Lebaran.
Sebanyak 22 puskesmas dan 15 rumah sakit rujukan disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu juga disiapkan 22 unit ambulans serta layanan kegawatdaruratan melalui PSC 119.
Menurutnya, beberapa posko kesehatan terpadu juga ditempatkan di titik-titik strategis seperti Simpang JB–Karangresik, Stasiun Tasikmalaya, Taman Kota, serta Terminal Indihiang.
Selain itu, personel dari BPBD dan Pemadam Kebakaran juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana maupun keadaan darurat selama libur Lebaran.
Viman juga mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman.
“Pastikan instalasi listrik aman, kompor sudah dimatikan, serta pintu dan jendela rumah terkunci dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan dan tidak memaksakan diri saat berkendara.
“Jika lalu lintas Lebaran adalah urat nadi pergerakan masyarakat, maka sinergi kita hari ini adalah denyut yang menjaganya tetap aman,” kata Viman. ***













