BERANDAKU.COM Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tasikmalaya menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN).
Tim penilai diterjunkan langsung untuk menembus wilayah pelosok Kabupaten Garut guna melakukan penilaian aset bangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4-6 Februari 2026 ini, merupakan instruksi langsung dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Tujuannya jelas: memastikan setiap fasilitas pendukung gizi di wilayah terpencil memenuhi standar kelayakan dan akuntabilitas negara.
Akses menuju lokasi penilaian bukanlah perkara mudah. Tim yang dipimpin oleh Penilai Pemerintah Ahli Muda, Muhammad Irfan Ardiansyah, dan Iqbal Firdaus dari Seksi Hukum dan Informasi, harus berhadapan dengan medan pegunungan yang ekstrem.
Baca Juga : Guru Madrasah Turun ke Jalan Tuntut Keadilan
Baca Juga : PGM Minta Aspirasi Guru Honorer Madrasah Diwujudkan
Didampingi tim koordinator wilayah BGN Kabupaten Garut, mereka melintasi jalanan berbatu, berlumpur, hingga tanjakan terjal di tepi tebing curam. Tiga desa yang menjadi sasaran utama adalah Desa Girimukti di Kecamatan Cikelet, serta Desa Pangrumasan dan Desa Purwajaya di Kecamatan Peundeuy.
“Keterbatasan akses tidak menjadi penghalang. Kami melakukan peninjauan fisik, verifikasi data, hingga pembahasan metodologi penilaian untuk memastikan prosesnya tetap objektif dan sesuai standar,” ungkap tim KPKNL Tasikmalaya.
Penilaian properti SPPG ini bukan sekadar prosedur administratif. Hasil penilaian ini merupakan fondasi penting untuk menjamin tata kelola aset negara yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaan Program MBG.
Dengan penilaian yang akurat, operasional SPPG di daerah terpencil dapat dipercepat. Dampak jangka panjangnya sangat krusial, yakni pemerataan akses layanan gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan di pelosok Garut agar lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir hingga ke ujung daerah. KPKNL Tasikmalaya menegaskan bahwa medan ekstrem bukan alasan untuk tidak memberikan layanan terbaik demi masa depan generasi Indonesia yang lebih berkualitas.













