BERANDAKU.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya mulai memanaskan mesin menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Sebanyak hampir 600 personel disiapkan untuk membawa nama baik daerah di ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.
Ketua Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto, mengungkapkan bahwa kekuatan besar ini terdiri dari atlet, pelatih, manajer, hingga jajaran pengurus. Mereka dijadwalkan akan bertolak ke wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) yang menjadi tuan rumah pada awal November 2026 mendatang.
“Dari total 45 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, Kabupaten Tasikmalaya dipastikan akan mengikuti 28 cabor,” ujar Erry kepada Berandaku.com, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga : Longsor Tutup Jalan Cisinga, Sejumlah Rumah di Tasikmalaya Rusak dan Terendam Banjir
Erry menyebutkan ada kejutan luar biasa dalam peta kekuatan kali ini. Beberapa cabor yang sebelumnya absen, kini berhasil lolos babak kualifikasi (BK). Menariknya, komposisi atlet tahun ini hampir 100 persen merupakan hasil pembinaan murni putra daerah.
“Sekarang hampir 100 persen atlet lokal. Ini murni hasil pembinaan teman-teman pengcab cabor,” tegasnya.
Berdasarkan hasil evaluasi babak kualifikasi, Erry mengakui persaingan di wilayah barat Jawa Barat memang sangat ketat. Namun, ia mencatat bahwa kekalahan atlet Tasikmalaya rata-rata terjadi saat berhadapan dengan atlet eks Pekan Olahraga Nasional (PON). Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas atlet lokal Tasikmalaya sudah mampu bersaing di level elit.
Pada Porprov sebelumnya, Kabupaten Tasikmalaya bertengger di peringkat ke-17 dengan koleksi 17 medali emas. Untuk edisi 2026, KONI mematok target realistis namun tetap optimis.
“Target kita minimal bertahan di urutan 17 dengan 17 emas, syukur-syukur bisa melampaui capaian tersebut,” kata Erry.
Demi memacu semangat juang para atlet, KONI telah mengajukan usulan kenaikan bonus prestasi kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Disparpora. Jika pada Porprov sebelumnya bonus emas sebesar Rp50 juta, tahun ini KONI mengusulkan angka yang lebih menggiurkan.
“Kami usulkan bonus medali emas sebesar Rp75 juta, perak Rp50 juta, dan perunggu Rp30 juta. Mudah-mudahan ini menjadi atensi Pak Bupati karena mereka adalah duta daerah yang perjuangannya tidak mudah,” bebernya.
Selain bonus uang tunai, Erry juga menaruh perhatian besar pada kesejahteraan jangka panjang atlet agar tidak “dibajak” oleh daerah lain. Ia mendorong pemerintah daerah memberikan prioritas khusus bagi peraih medali emas.
KONI mengusulkan agar para pahlawan olahraga ini dipertimbangkan untuk masuk dalam formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), penempatan di BUMD, atau mendapatkan beasiswa pendidikan melalui program unggulan Bupati seperti “Satu Desa Satu Sarjana”.
“Kami berharap atlet berprestasi inilah yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan atau penempatan kerja dari Pak Bupati. Ini langkah konkret agar mereka tetap setia membela Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya.**













