banner 728x250
News  

3 Hari di Zona Bencana Cisarua, Relawan PMI Kabupaten Tasik Lala Komala Mandikan 8 Jenazah Korban

banner 468x60

BERANDAKU.COM – Sebanyak lima personel Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tasikmalaya diterjunkan untuk membantu penanganan bencana di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, berdasarkan surat perintah (SP) tugas tertanggal 28 hingga 31 Januari 2026.

Dari lima personel tersebut, empat orang laki-laki ditugaskan di bagian evakuasi korban, sementara satu personel perempuan, mendapat penugasan khusus di bagian pemulasaraan jenazah, tepatnya memandikan korban meninggal dunia bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

Example 300x600

Lala Komala, relawan PMI Kabupaten Tasikmalaya, mengaku terlibat langsung dalam proses pemulasaraan delapan jenazah perempuan selama masa pencarian hari ke-6, ke-7, dan ke-8 sejak bencana terjadi.

“Saya ditugaskan di bagian memandikan jenazah bersama tim DVI Polda Jabar. Selama di sana, saya ikut memandikan delapan jenazah perempuan,” ujarnya kepada Berandaku.com, Minggu (15/2/2026).

Ia menjelaskan, proses pemulasaraan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari identifikasi awal, pencatatan, hingga penanganan jenazah sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dalam pelaksanaannya, Lala tidak bekerja sendiri, melainkan bersama tim PMI Kabupaten Tasikmalaya serta relawan dari Sinergi Foundation.

Penugasan berlangsung sejak 28 Januari hingga 31 Januari 2026 di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang terdampak bencana alam.

Lokasi tersebut menjadi pusat pencarian dan evakuasi korban oleh tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk relawan kemanusiaan dan aparat kepolisian.

Memasuki hari kedelapan pencarian, jumlah korban yang ditemukan terus bertambah. Di hari ke-8, total korban yang ditemukan sudah mencapai 75 orang.

Data tersebut menunjukkan skala bencana yang cukup besar dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dalam proses pencarian, evakuasi, serta identifikasi korban.

Kemudian, empat personel laki-laki PMI Kabupaten Tasikmalaya difokuskan pada evakuasi korban di lapangan, membantu proses pencarian dan pengangkutan korban dari lokasi terdampak menuju posko atau titik identifikasi.

Sementara itu, proses pemulasaraan jenazah dilakukan secara terpadu bersama tim DVI Polda Jabar yang bertugas melakukan identifikasi korban.

“Pemulasaraan menjadi bagian penting dalam rangka memastikan jenazah ditangani secara layak, manusiawi, dan sesuai ketentuan yang berlaku sebelum diserahkan kepada keluarga,” bebernya.

Lala menuturkan, tugas tersebut bukan hal yang ringan, baik secara fisik maupun mental. Secara emosional tentu berat, apalagi saat mengetahui kondisi korban dan melihat keluarga yang menunggu kepastian. Tapi ini bagian dari tugas kemanusiaan yang harus dijalankan.

Keterlibatan PMI Kabupaten Tasikmalaya dalam misi kemanusiaan lintas daerah, menurutnya menunjukkan sinergi antarwilayah dalam penanggulangan bencana.

Kehadiran relawan membantu mempercepat proses evakuasi dan pemulasaraan, sehingga keluarga korban dapat segera memperoleh kepastian.

Penugasan berdasarkan surat perintah resmi juga menjadi bentuk komitmen organisasi dalam mendukung penanganan darurat secara terkoordinasi dan profesional.

Bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan serta solidaritas antar daerah.

“Di tengah duka dan proses pencarian yang berlangsung hingga hari kedelapan, kami tetap berdiri di garis depan, menjalankan tugas kemanusiaan,” tandasnya.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *