BERANDAKU.COM – Memasuki bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Tasikmalaya tak hanya bersiap menghadapi peningkatan aktivitas warga, tetapi juga potensi lonjakan volume sampah yang kerap terjadi menjelang Idulfitri. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya memprediksi produksi sampah akan meningkat, terutama mendekati momen Lebaran.
Kepala DLH Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran, termasuk Kepala TPA dan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, untuk memantau sejumlah titik yang mulai mengalami penumpukan.
“Yang jelas lembur. Kami sudah instruksikan untuk memantau penumpukan sampah di beberapa titik,” ujar Sandi dihubungi, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, meski saat ini masih awal Ramadan dan volume sampah belum terdata signifikan, tren tahunan menunjukkan adanya peningkatan menjelang Lebaran. Faktor pertambahan penduduk serta meningkatnya konsumsi rumah tangga selama Ramadan turut menjadi penyebab utama.
Sebagai langkah antisipasi, DLH merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) tambahan. Hingga 2035, kebutuhan TPS3R di Kota Tasikmalaya diperkirakan mencapai 35 unit yang akan disebar di berbagai wilayah.
Upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban TPA Ciangir yang diproyeksikan akan penuh dalam tiga tahun ke depan jika tidak ada penanganan tambahan.
Sandi menegaskan, TPA sejatinya bukan sekadar tempat pembuangan akhir, melainkan lokasi pemrosesan sampah, termasuk pengelolaan limbah dan sistem sanitary landfill.
Ia menekankan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah saja. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Sampah itu seperti bunga bank, semakin lama terus mekar, seperti bola salju. Tapi kita terus upayakan untuk menguranginya,” pungkasnya. ***













