banner 728x250

Sentuhan Seni di Bulan Suci, Mahasiswa KKNT Cipasung Hiasi 30 Masjid di Kiarajangkung dengan Kaligrafi Indah

Mahasiswa KKNT Kelompok 28 Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung mempercantik 30 masjid dan musholla di Desa Kiarajangkung, Tasikmalaya, dengan papan nama kaligrafi artistik selama sepekan Ramadan

Sentuhan Seni di Bulan Suci, Mahasiswa KKNT Cipasung Hiasi 30 Masjid di Kiarajangkung dengan Kaligrafi Indah
Sentuhan Seni di Bulan Suci, Mahasiswa KKNT Cipasung Hiasi 30 Masjid di Kiarajangkung dengan Kaligrafi Indah
banner 468x60

BERANDAKU.COM – Semangat Bulan Suci di Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, tahun ini terasa berbeda. Tak hanya riuh dengan suara tadarus, suasana desa kini semakin asri dengan kehadiran papan nama artistik yang menghiasi puluhan tempat ibadah.

Sebanyak 30 papan nama masjid dan musholla berhasil diselesaikan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kelompok 28 Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung.

Example 300x600

Program bertajuk “Mahasiswa KKNT Hiasi 30 Masjid/Musholla dengan Kaligrafi Indah” ini dilaksanakan sepanjang pekan pertama Ramadan 1447 H, tepatnya sejak 19 hingga 25 Februari 2026.

Ketua KKNT Kelompok 28, Moch. Thoriq Yusrillah, menjelaskan bahwa program ini menyasar seluruh tempat ibadah yang tersebar di pelosok desa. Rinciannya meliputi 5 masjid jami’, 1 masjid besar kecamatan, dan 24 musholla.

“Gagasan ini berakar dari kondisi lapangan. Kami melihat banyak tempat ibadah yang menjadi jantung spiritualitas warga belum memiliki identitas resmi. Hal ini sering membuat pendatang atau tamu kebingungan mencari lokasi masjid tertentu,” ujar Thoriq.

Baca Juga : Dukung Pesantren Ekologi 2026, Perhutani KPH Tasikmalaya Tanam 50 Bibit Pohon di SMK Negeri Pancatengah

Kualitas estetika papan nama ini tidak main-main. Pimpinan teknis program ini dipandu langsung oleh Achmad Fahrezi, mahasiswa asal Cirebon yang merupakan Juara I Lomba Literasi Kaligrafi Al-Qur’an tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2021.

Di bawah arahannya, ke-14 mahasiswa kelompok 28 bergotong royong menggunakan seni kaligrafi Khat Tsuluts. Papan kayu dirancang elegan dengan cat hitam pekat, aksara Latin untuk alamat, dan dilapisi varnish berkualitas agar tahan cuaca serta memberikan kesan mewah.

“Seni bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang keberanian untuk terus percaya, bahkan ketika dunia belum melihat keindahannya,” tutur Achmad Fahrezi mengenai filosofi pengerjaan karya tersebut.

Puncak program ini ditandai dengan prosesi penyerahan resmi dalam acara Paturay Tineung yang digelar di GOR Desa Kiarajangkung, Kamis (26/2/2026). Momen haru menyelimuti acara saat papan nama diserahkan secara simbolis kepada para Ketua DKM di hadapan warga.

Kepala Desa Kiarajangkung, Asep Wawan, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para mahasiswa. Ia menilai program ini meninggalkan jejak fisik dan spiritual yang kuat bagi desa.

“Ini adalah pengabdian nyata. Kehadiran papan nama kaligrafi ini bukan sekadar estetika, tapi memperkuat karakter islami Desa Kiarajangkung sesuai visi desa kami,” ungkap Asep Wawan.

Melalui karya ini, para mahasiswa berharap goresan kuas mereka tidak hanya menjadi penunjuk arah, tetapi juga pengingat spiritual bagi setiap warga yang melintas. Desa Kiarajangkung kini tampil lebih anggun, membuktikan bahwa ilmu, seni, dan pengabdian bisa berpadu indah di bulan yang paling mulia.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *