CIAMIS, BERANDAKU.COM — Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Sabtu sore (28/3/2026).
Bencana ini mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga di empat desa berbeda serta memaksa sejumlah warga untuk mengungsi.
Berdasarkan rekaman video amatir warga, angin kencang disertai hujan deras menyapu permukiman di Desa Bantardawa, Pasirlawang, Purwajaya, dan Sidarahayu.
Embusan angin yang sangat kuat membuat atap rumah warga yang mayoritas berbahan seng dan genteng terbang terbawa angin.
Data sementara menunjukkan terdapat 93 rumah yang terdampak dengan tingkat kerusakan beragam, mulai dari rusak ringan hingga berat.
Beruntung, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian materiil ditaksir mencapai angka yang cukup besar.
Pasca-kejadian, Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah bersama jajaran langsung turun ke lokasi terdampak pada Minggu (29/3/2026).
Kehadiran jajaran kepolisian bertujuan untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Selain melakukan pendataan, petugas kepolisian bersama tim gabungan turut membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan.
Polres Ciamis juga menyalurkan bantuan logistik darurat serta menyediakan layanan pengecekan kesehatan gratis bagi warga yang terdampak trauma maupun luka ringan.
Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan menyebar cukup luas sehingga memerlukan penanganan terpadu.
“Dari data sementara, ada sebanyak 93 rumah yang terdampak akibat angin puting beliung. Beberapa warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kondisi rumah yang belum memungkinkan untuk ditempati,” ujar AKBP Hidayatullah.
Beliau juga mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Ciamis dan sekitarnya, warga diminta peka terhadap tanda-tanda perubahan cuaca yang drastis.
Hingga berita ini diturunkan, warga bersama petugas gabungan dan para relawan masih bahu-membahu melakukan perbaikan sementara pada rumah-rumah yang terdampak agar bisa segera kembali digunakan.***













