BERANDAKU.COM – Perum Bulog bergerak cepat mengamankan stok pangan nasional menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Bulog menargetkan penyaluran minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita, hingga 100 ribu ton per bulan guna memastikan pasokan aman dan harga tetap stabil di tengah lonjakan permintaan masyarakat.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa peningkatan pasokan ini sangat krusial mengingat kebutuhan minyak goreng selama periode Ramadan dan Lebaran biasanya membengkak hingga dua sampai tiga kali lipat dari kondisi normal.
Selama ini, rata-rata pasokan Minyakita yang dikelola Bulog berada di angka 60 ribu ton per bulan. Namun, untuk menghadapi hari besar keagamaan, Rizal meminta para produsen meningkatkan pasokan melalui skema Domestic Market Obligation (DMO).
“Nanti kita maksimalkan kalau bisa 90 ribu ton lah atau 100 ribu ton lah untuk persiapan Ramadan dan Idulfitri sehingga daerah-daerah itu tidak kekurangan lagi stok Minyakita,” ujar Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2026).
Selain minyak goreng, Bulog menjamin ketersediaan dua komoditas utama lainnya, yakni beras (premium dan medium) serta gula. Rizal menegaskan saat ini stok ketiga bahan pokok tersebut dalam kondisi “sangat aman”.
Baca Juga : Tambang Galian C di Bungursari Berpotensi Picu Bencana
Agar penyaluran lebih efisien, Bulog meluncurkan strategi distribusi langsung dengan membangun kios khusus di pasar-pasar tradisional. Langkah ini merupakan bentuk jemput bola agar para pengecer tidak perlu lagi mengambil barang langsung ke gudang distribusi Bulog yang jauh.
Sebagai tahap awal, proyek percontohan ini akan dilaksanakan di 146 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya, Jakarta. Kios-kios ini akan melayani pengecer yang sudah memiliki rekomendasi serta Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai aturan.
“Ini menjadi perpanjangan tangan gudang Bulog, sehingga pengecer lebih mudah memperoleh pasokan beras, Minyakita, dan gula,” tambah Rizal.
Guna menekan praktik spekulasi dan mencegah penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Bulog bersama pengelola pasar akan memasang papan informasi harga di titik-titik strategis. Papan ini akan menampilkan harga acuan terkini untuk beras, minyak goreng, dan gula.
Langkah ini diharapkan dapat memudahkan pengawasan di lapangan sekaligus memberikan edukasi kepada konsumen mengenai harga wajar bahan pokok, sehingga stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput tetap terjaga selama momentum Lebaran tahun ini.***













