GARUT, BERANDAKU.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa penyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadar persoalan legalitas formal, melainkan mandat strategis Presiden RI untuk memperkuat ekosistem ekonomi bawah.
Hal ini disampaikan Bupati Garut dalam kegiatan Ekspose KDKMP tingkat Kabupaten Garut di Ruang Rapat Setda, Jumat (27/3/2026).
Bupati Garut menyampaikan bahwa keberhasilan program ini menjadi rapor krusial bagi Pemerintah Kabupaten Garut dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN), termasuk integrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini adalah tantangan sekaligus amanat Presiden. Kita perlu melakukan percepatan karena KDKMP akan menjadi instrumen penting dalam pertanggungjawaban daerah terhadap program pusat. Fokus kita bukan pembangunan fisik koperasi, tapi penguatan ekosistemnya,” tegas Abdusy Syakur.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang, melaporkan progres signifikan di lapangan. Hingga saat ini, Garut telah memiliki 442 unit koperasi yang terdiri dari 421 koperasi desa dan 21 koperasi kelurahan, dengan total anggota menembus 38 ribu orang.
“Terkait kewajiban organisasi, sebanyak 70 KDKMP yang terdiri dari 64 desa dan 6 kelurahan telah sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) maksimal enam bulan setelah tutup buku,” ungkap Hendra.
Dalam sesi ekspose, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sukagalih, Agus Supratman, memaparkan capaian koperasinya yang kini berbasis teknologi dan sosial.
Terbentuk pada Mei 2025, KKMP Sukagalih kini telah mengantongi sertifikat NIK dengan Grade C1-KUK1.
“Per Januari 2026, anggota kami mencapai 1.110 orang di 22 RW. Kami melihat potensi besar pada perdagangan, ekonomi kreatif, dan peran 1.093 Kepala Keluarga perempuan di Sukagalih. Koperasi hadir sebagai penggerak ekonomi mereka,” jelas Agus.
Senada dengan Sukagalih, Sekretaris Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sindanggalih, Dede Ramdani, menjelaskan strategi penguatan ekonomi di wilayahnya yang berbasis sektor primer.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ajat Sudrajat, KDMP Sindanggalih fokus pada tiga pilar usaha:
- Unit Simpan Pinjam: Memutus rantai pinjaman non-formal (bank emok).
- Unit Sembako: Menjamin ketersediaan pangan murah bagi warga.
- Pemberdayaan UMKM: Pendampingan pengrajin dan kuliner lokal agar naik kelas.
Melalui konsolidasi ini, Pemerintah Kabupaten Garut optimis KDKMP akan menjadi pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat yang adaptif, transparan, dan mampu bersaing di era digital.***













