GARUT, BERANDAKU.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan peninjauan langsung (monitoring) terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah Garut bagian selatan pada Selasa (3/3/2026). Langkah ini diambil guna memetakan prioritas pembangunan serta memastikan konektivitas antara jalur desa, provinsi, dan nasional berjalan optimal.
Dalam survei lapangan tersebut, Bupati Garut menyusuri jalur Cimahi, Cikarang, hingga Pamalayan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tengah mempertimbangkan dua opsi strategis untuk jalur penghubung dari Pamalayan (Cisewu) yang berstatus jalan provinsi menuju jalur nasional.
Bupati Garut Abdusy Syakur mengungkapkan bahwa dua alternatif pengembangan jalur yang sedang dikaji adalah jalur melalui Panggalih, Karangsewu, dan Singajaya, serta jalur melalui Cikarang dan Cimahi.
“Kemarin saya sudah melihat langsung kondisinya. Saat ini kita sedang mengajukan usulan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR lewat program Infrastruktur Jalan Desa. Semoga ini bisa terealisasi tahun 2026 ini,” ujar Syakur,Rabu (4/3/2026).
Mengenai spesifikasi jalan, Bupati menjelaskan bahwa estimasi anggaran untuk standar jalan nasional mencapai sekitar Rp4 miliar per kilometer. Spesifikasi tersebut diasumsikan dengan lebar jalan 4 meter dan ketebalan beton mencapai 40 cm.
Meski demikian, pengerjaan di lapangan akan menyesuaikan kondisi geografis, baik menggunakan metode rabat beton maupun hotmix.
“Seingat saya untuk standar nasional itu sekitar Rp4 miliar per satu kilometer. Tapi di sana (Garut Selatan) tidak semuanya dirabat beton, ada juga yang dihotmix. Terkait angka pastinya, Pak Kadis PUPR yang lebih hafal secara teknis,” tambahnya.
Bupati Garut Syakur juga menyoroti pola pembangunan jalan di Kabupaten Garut yang selama ini terkesan terputus-putus akibat keterbatasan anggaran daerah. Dengan adanya usulan ke pemerintah pusat, ia berharap pembangunan infrastruktur bisa lebih sistematis dan tuntas.
Baca Juga : Bupati Garut Tegaskan Keberagaman Adalah Kekuatan NKRI Pada Perayaan Cap Go Meh 2026
Khusus untuk jalur Singajaya – Banjarwangi, Syakur memastikan akan ada penanganan darurat berupa Lapis Penetrasi (Lapen). Hal ini bertujuan agar mobilitas masyarakat tidak terhambat sembari menunggu perbaikan permanen.
“Ini kita berharap dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat, pembangunan bisa lebih terintegrasi. Kami berkomitmen untuk terus mengawal usulan ini demi kelancaran ekonomi dan mobilitas warga di Garut Selatan,” pungkasnya.***













