GARUT, BERANDAKU.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026.
Dalam seremoni yang berlangsung di Aula UPT Balai Diklat Kependudukan dan Keluarga Berencana Garut, Sabtu (4/4/2026), Bupati menekankan pentingnya perubahan paradigma ASN dari “dilayani” menjadi “melayani”.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta ini menjadi tonggak krusial dalam pembentukan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlandaskan nilai-nilai core value BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
Bupati menyampaikan bahwa masa pelatihan ini merupakan masa transformasi bagi para peserta untuk menanggalkan identitas warga sipil biasa menjadi abdi negara yang profesional.
“Bapak ibu semua sudah mengalami transformasi paradigma cara berpikir, cara bertindak, hingga cara bicara. Menjadi PNS adalah cita-cita yang dipilih secara sadar, maka tanggung jawab ini jangan disia-siakan,” tegas Bupati.
Bupati Garut mengingatkan kembali esensi dasar dari profesi ASN sebagai public service. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang dibayarkan oleh negara kepada ASN bertujuan untuk membiayai pelayanan terhadap rakyat.
“ASN saat ini adalah pelayan masyarakat, bukan dilayani. Prinsip kita adalah serve not to be served. Saya selalu sampaikan, tolong diingat bahwa Anda dibayar untuk melayani masyarakat,” lanjutnya.
Selain fungsi pelayanan, Bupati juga mengajak seluruh lulusan Latsar untuk menyelaraskan visi dan aksi guna mendukung percepatan program pembangunan di Kabupaten Garut sebagai pelaksana kebijakan publik yang andal.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni, melaporkan bahwa pelatihan tahun ini meluluskan total 153 peserta yang terbagi dalam Angkatan 1 hingga 5.
Para peserta telah menuntaskan kurikulum komprehensif mulai dari pembelajaran mandiri, distance learning, hingga masa habituasi di unit kerja masing-masing.
Fokus pelatihan mencakup dua aspek utama: pembentukan karakter bela negara serta penguatan kompetensi teknis bidang tugas.
“Melalui kurikulum ini, diharapkan terbentuk Pegawai Negeri Sipil profesional yang berkarakter, mampu menjadi pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa,” pungkas Kristanti.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan selamat dari Bupati Garut kepada para peserta yang kini siap terjun sepenuhnya ke berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.***













