TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Empat puluh empat tahun silam, sejarah mencatat letusan dahsyat Gunung Galunggung Tasikmalaya yang mengubah lanskap dan kehidupan warga Tasikmalaya.
Guna mengenang momentum bersejarah tersebut, Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., resmi membuka rangkaian kegiatan bertajuk “Memory of Galunggung” di kawasan Cipanas Galunggung, Minggu (05/04/2026).
Pembukaan acara ini ditandai dengan pelaksanaan Istigosah dan Doa Bersama yang berlangsung penuh khidmat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat setempat yang berkumpul untuk berefleksi atas peristiwa alam besar yang terjadi pada tahun 1982 tersebut.
Bupati Cecep menyampaikan bahwa “Memory of Galunggung” bukan sekadar seremoni peringatan, melainkan upaya kolektif untuk mengambil pelajaran (ibrah) dari bencana masa lalu demi membangun masa depan yang lebih tangguh.
“Alhamdulillah, kegiatan Istigosah dan Doa Bersama dalam rangka mengenang dan menapaki hikmah 44 tahun letusan Gunung Galunggung tahun 1982 telah terlaksana dengan khidmat. Momen ini menjadi refleksi bersama untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian,” ujar Bupati.
Kegiatan yang dipusatkan di objek wisata Cipanas Galunggung ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi warga sekaligus memperkuat nilai spiritualitas.
Bupati menekankan bahwa keberkahan yang dinikmati masyarakat Tasikmalaya saat ini, termasuk kesuburan tanah dan potensi wisata, tidak lepas dari peristiwa sejarah di masa lalu.
Baca Juga : Bupati Tasikmalaya Puji Dedikasi PKH dalam Melayani Masyarakat Miskin
Melalui doa bersama, pemerintah daerah berharap Kabupaten Tasikmalaya senantiasa dilindungi dari marabahaya dan masyarakatnya semakin sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam di kaki Gunung Galunggung.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga ikhtiar dan doa yang dipanjatkan membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Rangkaian “Memory of Galunggung” diprediksi akan menarik minat wisatawan dan penggiat sejarah.
Selain unsur religi, agenda ini juga diharapkan mampu meningkatkan literasi kebencanaan bagi generasi muda agar lebih mengenal karakteristik Gunung Galunggung sebagai salah satu ikon geologi di Jawa Barat.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengundang masyarakat luas untuk turut menyukseskan rangkaian acara selanjutnya yang akan digelar di kawasan wisata Galunggung, guna memajukan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis kearifan lokal.***













