TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang dan petir mengepung Kota Tasikmalaya sejak Jumat sore (27/3/2026).
Rangkaian bencana dilaporkan terjadi di berbagai penjuru kota, dengan dampak paling mencolok berupa robohnya tembok pembatas di kawasan Stadion Wiradadaha.
Di area stadion kebanggaan warga Tasikmalaya tersebut, sebuah pohon angsana berukuran besar tumbang setelah tak mampu menahan terpaan angin kencang.
Baca Juga : Kakanwil Kemenag Jabar Puji Kesigapan Relawan MRP di Jalur Selatan Tasikmalaya
Akar pohon yang tercabut dari tanah basah langsung menghantam benteng stadion hingga ambruk sekira 100 meter.
Puing-puing material tembok setinggi kurang lebih 8 meter tersebut kini berserakan menutup sebagian area.
Farid (35), salah seorang saksi mata, menuturkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat saat situasi tengah mencekam.
“Tadi anginnya kencang sekali, terdengar suara patahan. Pas dilihat, pohonnya sudah tumbang dan langsung menimpa tembok. Dalam hitungan detik langsung kelihatan temboknya ambruk,” ujar Farid.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, membenarkan kerusakan serius tersebut saat melakukan peninjauan lokasi.
Ia memastikan bahwa penyebab utama ambruknya infrastruktur adalah beban pohon besar yang tercabut hingga ke akarnya.
“Panjang tembok yang roboh sekitar 100 meter dengan lebar bagian terdampak kurang lebih 8 meter. Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD dan Tagana untuk mempercepat evakuasi puing dan potongan pohon,” jelas Hendra.
Sementara itu, Koordinator Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, menyatakan pihaknya tengah membagi tim karena banyaknya laporan bencana yang masuk secara bersamaan.
“Penanganan kami lakukan bertahap dengan skala prioritas, terutama pada titik yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa masyarakat,” tegas Harisman.
Berdasarkan data BPBD Kota Tasikmalaya hingga pukul 17.58 WIB, cuaca ekstrem kali ini memicu kerusakan masif di sejumlah wilayah:
- Pohon Tumbang: Terjadi di Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Jalun Situgede, Jalan KH Lukmanul Hakim, kawasan Dadaha, hingga Jalan Siliwangi yang menimpa kabel listrik. Dampak pohon tumbang juga merusak satu unit rumah di Perum Grand Mayasari Estate serta lingkungan SMU Al Muttaqin.
- Banjir & Rumah Ambruk: Genangan air dilaporkan melanda Jalan Tentara Pelajar (Area Muse Coffee). Sementara itu, rumah ambruk tercatat di wilayah Sukawargi (Tugujaya), Gunung Huma (Tuguraja), serta Leuwihieum (Sukarindik).
- Sambaran Petir & Infrastruktur: Sambaran petir berdampak pada Ponpes Assalam di kawasan Gunung Roay, serta dilaporkan adanya tiang listrik roboh di Jalan KH Lukmanul Hakim.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang masih mungkin terjadi di wilayah Priangan Timur.***













