TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Ribuan warga memadati Lapangan Tanjung Pura, Kecamatan Rajapolah, dalam tajuk Safari Tarawih Keliling (Tarling) yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, dan Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, Rabu malam (25/02/2026).
Kegiatan bertema “Neuleuman Poekna Peuting” ini menjadi bagian dari visi ‘Lembur di urus, Kota di tata, Jawa Barat Istimewa’. Acara ini juga menjadi sarana internalisasi karakter Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer) kepada masyarakat.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Gubernur di wilayahnya. Ia berharap momen silaturahmi di bulan suci ini membawa keberkahan bagi seluruh warga Kabupaten Tasikmalaya.
“Atas nama jajaran pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, saya menghaturkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah berkenan hadir dalam Safari Ramadan malam ini. Saya berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga keselamatan selama acara, semoga silaturahmi kita diberkahi Allah,” ujar Bupati Cecep.
Dalam orasi budayanya, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kehadirannya di tengah rakyat murni didasari rasa cinta, bukan sekadar kepentingan politik sesaat. KDM juga melontarkan definisi baru mengenai arti kepemimpinan yang religius bagi seorang Gubernur.
Baca Juga : Bupati Tasikmalaya Dorong Digitalisasi Desa dan Pajak Daerah
“Religiusnya seorang gubernur adalah manakala rakyatnya terbebas dari rasa lapar, anak-anak bisa sekolah tanpa biaya, dan rumah sakit terbuka melayani yang sakit. Jalan-jalan halus, petani bahagia karena hasilnya dibeli mahal, serta kantor-kantor pelayanan publik bersih dari pungutan. Itulah religiusnya Jawa Barat,” tegas Kang Dedi Mulyadi.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh warga yang hadir, menegaskan pentingnya pemimpin yang melayani secara nyata di lapangan.
Rangkaian Safari Tarling ini semakin bermakna dengan kehadiran penceramah kondang dari Nahdlatul Ulama (NU), Gus Muwafiq. Ulama asal Lamongan tersebut memberikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, nilai-nilai keislaman, serta semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, jajaran OPD tingkat provinsi dan kabupaten, unsur Forkopimda, serta para tokoh ulama se-Kabupaten Tasikmalaya.
Melalui momentum ini, sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah diharapkan semakin solid dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai religius dan kebersamaan di bulan Ramadan.***













