BERANDAKU.COM – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri rangkaian peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213, Kamis (12/2/2026). Agenda yang digelar meliputi prosesi adat di Sumur Ci Garut, Napak Darma Lingga Buana di Titik Nol Garut, serta ziarah ke makam sejumlah bupati terdahulu.
Kegiatan diawali di SMPN 1 Garut melalui prosesi Mapag Hurip Gumiwang Sumur Ci Garut. Lokasi tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan awal perkembangan wilayah Garut.
Dalam kesempatan itu, Syakur mengatakan peringatan hari jadi menjadi momen untuk mengingat kembali sejarah pembentukan Kabupaten Garut.
“Kita melaksanakan ini untuk mengingat kembali kepada masyarakat tentang perjalanan awal keberadaan Kabupaten Garut serta apa yang sudah dilakukan para leluhur,” ujarnya.
Baca Juga : Nostalgia 90-an Musikal ‘Bukan Cinta Galih Dan Ratna’ Sukses Pukau Penonton di TIM
Ia menambahkan, pemahaman terhadap sejarah perlu menjadi dasar dalam menjalankan pembangunan daerah ke depan.
“Membangun Garut harus benar-benar serius dan berharap ke depan semakin banyak perubahan yang terjadi di Kabupaten Garut,” kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyebut Sumur Ci Garut merupakan salah satu titik yang memiliki nilai historis bagi daerah tersebut.
“Sumur ini bukan hanya mata air, melainkan bagian dari sumber awal kehidupan dan perkembangan peradaban di Garut,” ujar Beni.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi Napak Darma Lingga Buana di Titik Nol Garut, Jalan Kiansantang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda resmi peringatan HJG tahun ini.
Selain prosesi adat, Pemkab Garut juga melakukan ziarah ke makam Bupati Garut pertama, Raden Adipati Arya Adiwidjaya, di TPU Cipeujeuh, serta ke Kompleks Makam Keluarga R.H.M. Moesa di Garut Kota yang menjadi lokasi pemakaman sejumlah bupati pada masa kolonial hingga awal kemerdekaan.
Mulai dari Raden Adipati Suryanatakusuma (Bupati Garut ke-III, 1833–1871), Raden Adipati Aria Wiratanudatar VII (Bupati Garut ke-IV, 1871–1915), Raden Adipati Aria Soeria Kartalegawa (Bupati Garut ke-V, 1915–1929), Raden Adipati Aria Moehammad Moesa Soeria Kartalegawa (Bupati Garut ke-VI, 1929–1944), dan Raden Gahara Wijaya Surya (Bupati Garut ke-XIII, 1960–1966). ***













