BERANDAKU.COM – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan gerak dan lagu bagi guru Taman Kanak-kanak (TK), Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya itu diikuti para pendidik anak usia dini dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Workshop tersebut diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya dalam pengembangan metode pembelajaran melalui gerak dan lagu yang edukatif, kreatif, serta sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Ketua IGTKI Kabupaten Tasikmalaya, N. Lilis Julawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa gerak dan lagu merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk anak usia dini karena mampu memadukan aspek kognitif, motorik, bahasa, sosial-emosional, dan seni dalam satu kegiatan yang menyenangkan.
“Belajar sambil bernyanyi, belajar sambil menari. Itulah pendekatan yang ingin kami kuatkan,” ujarnya kepada Radar, Rabu (11/2/2026).
Lilis menyebutkan, anak-anak usia dini tidak bisa dipaksa belajar secara kaku. Mereka belajar melalui pengalaman yang menyenangkan, melalui gerak dan lagu yang terstruktur dan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.
Menurutnya, melalui workshop ini para guru dibekali keterampilan praktis dalam merancang dan menerapkan gerak dan lagu sebagai bagian dari pembelajaran aktif dan menyenangkan.
Materi yang disampaikan mencakup teknik menyusun lirik edukatif, pengembangan gerakan yang sesuai tahap perkembangan anak, hingga strategi sinkronisasi gerak dan lagu dengan tema pembelajaran di kelas.
Ia mengaku ingin guru tidak sekadar menyanyikan lagu, tetapi memahami makna dan tujuan pembelajarannya. Gerakan harus mendukung perkembangan motorik, liriknya harus menstimulasi bahasa dan nilai karakter.
Kata Lilis, guru TK harus kreatif dan adaptif. Gerak dan lagu bukan sekadar hiburan, tetapi strategi pedagogis. Dengan pendekatan yang tepat, anak lebih mudah memahami konsep, lebih percaya diri, dan lebih aktif berpartisipasi.
“Peningkatan kompetensi tidak hanya berdampak pada kualitas pembelajaran, tetapi juga pada citra dan penguatan peran strategis guru TK dalam sistem pendidikan nasional,” katanya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap kualitas pembelajaran di Taman Kanak-kanak semakin meningkat dan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Gerak dan lagu diharapkan tidak hanya menjadi variasi kegiatan, tetapi menjadi bagian integral dari strategi pembelajaran yang terencana dan berorientasi pada perkembangan anak.
“Dengan semangat belajar sambil bernyanyi, belajar sambil menari, para guru TK di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan terus berinovasi dan memperkuat profesionalisme dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan masing-masing,” ucap Lilis.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Edi Ruswandi Hidayatuloh S.Pd MM menyampaikan apresiasi atas inisiatif IGTKI-PGRI dalam mendorong peningkatan kapasitas guru TK.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini. Peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari peningkatan kompetensi guru,” katanya.
Menurutnya, metode gerak dan lagu yang dikembangkan secara sistematis akan membantu menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak.
Ia menambahkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak di jenjang berikutnya.
“Kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya,” tandasnya.








