banner 728x250

KPAID Tasikmalaya-UMC Bersinergi

banner 468x60

BERANDAKU.COM – Upaya penguatan perlindungan anak di Kabupaten Tasikmalaya mendapat dukungan baru dari kalangan akademisi. Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Jumat 13 Februari 2026.

Kerja sama tersebut difokuskan pada penanganan kasus anak secara menyeluruh, mencakup pendampingan hukum, pemulihan psikologis, hingga penguatan spiritual. Mahasiswa dan dosen UMC akan dilibatkan secara langsung dalam proses pendampingan korban, mulai dari tahap awal hingga pemulihan.

Example 300x600

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi.

“Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari praktik nyata di lapangan sekaligus pengalaman pembelajaran yang berharga. Mereka akan ikut menangani kasus dari awal sampai tahap pemulihan,” ujarnya di kantor KPAID Tasikmalaya.

Ia menambahkan, kolaborasi ini memiliki keunggulan melalui keterlibatan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UMC. Pendekatan psikoterapi berbasis spiritual dinilai sejalan dengan metode pemulihan trauma yang selama ini diterapkan KPAID, sehingga proses rehabilitasi korban dapat berjalan lebih komprehensif.

Selain memperkuat layanan bagi korban, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan riset berbasis data kasus.

“Data yang dihimpun akan dimanfaatkan sebagai bahan penelitian untuk merumuskan kebijakan perlindungan anak yang lebih efektif di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi UMC, Dr. Sri Maryati, M.A., menyambut baik sinergi tersebut. Ia menilai program KPAID tidak hanya menekankan aspek hukum, tetapi juga memastikan pemulihan psikologis dan spiritual korban dilakukan secara terstruktur dan ilmiah.

“Dosen kami akan berperan sebagai narasumber dalam mendukung proses pemulihan trauma melalui pendekatan psikoterapi, sehingga penanganan korban menjadi lebih lengkap,” pungkasnya. ***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *