banner 728x250

Misi Kemanusiaan di Gaza: Alasan Strategis Indonesia D1tunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan ISF

Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza

Misi Kemanusiaan di Gaza: Alasan Strategis Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan ISF
Misi Kemanusiaan di Gaza: Alasan Strategis Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan ISF (Foto:Arsip Setneg)
banner 468x60

Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza. Simak alasan diplomatik dan peran 8.000 prajurit TNI dalam misi perdamaian ini.

BERANDAKU.COM – Dunia internasional secara resmi memberikan kepercayaan besar kepada Indonesia dalam misi perdamaian di Timur Tengah. Indonesia secara resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza, Palestina.

Example 300x600

Penunjukan ini dilakukan dalam rapat perdana Board of Peace (BoP) yang berlangsung di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). ISF sendiri merupakan satuan tugas perdamaian yang berada di bawah naungan BoP, sebuah dewan perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, guna memulihkan stabilitas keamanan di Jalur Gaza pasca-agresi panjang.

Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, secara langsung mengumumkan peran strategis Indonesia tersebut. “Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF,” ujar Jeffers di hadapan para delegasi internasional.

Fokus pada Stabilitas dan Keamanan Sipil

Jasper Jeffers menjelaskan bahwa mandat utama ISF bukan untuk konfrontasi militer, melainkan untuk menghadirkan keamanan yang dibutuhkan masyarakat Gaza demi masa depan yang lebih makmur. Fokus utama pasukan internasional ini adalah menstabilkan keadaan agar roda pemerintahan sipil di Gaza dapat kembali berjalan.

ISF juga diberi tugas khusus untuk mengawasi gencatan senjata secara ketat. Kehadiran pasukan ini diharapkan menjadi jembatan bagi terciptanya perdamaian permanen antara pihak-pihak yang bertikai. Dalam struktur organisasi ISF yang diperkirakan total berjumlah 20.000 personel, posisi Indonesia berada di lini kepemimpinan utama bersama Amerika Serikat dan negara kontributor lainnya.

Mengapa Indonesia Terpilih?

Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF memancing perhatian luas. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memberikan penjelasan mendalam usai bertemu dengan Menlu AS di Washington pada Jumat (20/2). Menurutnya, penunjukan ini merupakan bentuk penghormatan tinggi terhadap kontribusi nyata Indonesia.

Indonesia telah mengonfirmasi akan mengirimkan kekuatan militer yang sangat signifikan, yakni mencapai 8.000 personel. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara pengirim pasukan perdamaian terbesar dalam misi ISF kali ini, mengungguli negara-negara lain yang sudah mengonfirmasi keikutsertaannya seperti Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.

“Secara norma internasional, kehormatan sebagai Deputy Commander atau Force Commander biasanya diberikan kepada negara dengan jumlah pasukan terbanyak. Karena pasukan Indonesia adalah yang terbesar di sana, maka kita dipercaya menjabat sebagai Deputy Commander Operational atau Wakil Komandan Bidang Operasi,” jelas Sugiono.

Menlu Sugiono juga menegaskan bahwa penunjukan ini adalah cerminan dari reputasi emas prajurit TNI di berbagai medan penjaga perdamaian dunia selama ini. Track record Indonesia yang selalu netral dan mengutamakan pendekatan kemanusiaan menjadi nilai tawar yang kuat di mata dunia.

Bukan Operasi Militer, Melainkan Misi Kemanusiaan

Menanggapi kekhawatiran publik mengenai keterlibatan militer secara langsung, Sugiono memberikan penegasan kuat. Ia memastikan bahwa kehadiran ribuan prajurit TNI di Gaza bukan untuk melakukan operasi tempur, pelucutan senjata, apalagi demilitarisasi.

“Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak dan terlibat aktif dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana,” tegas Sugiono. Kehadiran prajurit Indonesia murni untuk memastikan keamanan warga Gaza agar bantuan logistik, kesehatan, dan infrastruktur dapat tersalurkan tanpa hambatan.

Mengenai penempatan teknis, Sugiono membenarkan bahwa pasukan Indonesia untuk tahap awal akan ditempatkan di wilayah Rafah, Gaza Selatan. Wilayah ini dianggap krusial karena merupakan titik pengungsian terbesar dan pintu masuk utama bantuan kemanusiaan.

Tantangan Masa Depan Gaza

Meski Hamas dikabarkan terbuka dengan kehadiran ISF dengan syarat tertentu, tantangan di lapangan diprediksi tetap berat. Kehadiran ISF diharapkan mampu menciptakan zona aman yang memungkinkan pembangunan kembali Gaza yang hancur. Dengan Indonesia di jajaran pimpinan tertinggi operasi, harapan publik dunia akan terciptanya perdamaian yang berkeadilan di tanah Palestina kini semakin besar.

Penunjukan Indonesia ini juga menandai babak baru diplomasi pertahanan RI di era pemerintahan saat ini, yang semakin aktif mengambil peran dalam isu-isu kemanusiaan global tanpa mengesampingkan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *