banner 728x250
News  

Niat ke Rumah Nenek, 1 Bocah di Tasikmalaya Tewas Terserempet Kereta Api

Niat Mengisi Libur dengan Berjalan Kaki Menyusuri Rel Berakhir Duka, Korban Tak Sempat Menghindar Saat Melintasi Jembatan di Kampung Nangewer

banner 468x60

TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Perjalanan seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun untuk mengisi waktu libur berakhir dengan duka mendalam. Korban berinisial AG, warga Kampung Sukahaji, Desa Dawagung, Kecamatan Cisayong, dilaporkan meninggal dunia setelah terserempet kereta api di kawasan Kampung Nangewer, Desa Cidahu, Jumat siang (3/4/2026).

Insiden nahas ini terjadi saat korban bersama tiga orang temannya memilih berjalan kaki menyusuri jalur rel kereta api menuju rumah neneknya. Padahal, menurut keterangan keluarga, korban biasanya menggunakan moda transportasi angkutan kota (angkot) untuk berkunjung ke sana.

Example 300x600

Paman korban, Dedi (37), menuturkan bahwa AG sempat berpamitan dan meminta uang bekal kepada ibunya sekitar pukul 08.00 WIB pagi sebelum berangkat.

“Memang pamitnya mau pergi ke rumah neneknya. Tapi biasanya naik angkot, bukan jalan kaki lewat rel sejauh kurang lebih lima kilometer seperti ini,” ujar Dedi.

Petaka terjadi ketika keempat anak tersebut sedang melintasi jembatan rel di wilayah Kampung Nangewer. Secara tiba-tiba, sebuah rangkaian kereta api melaju dari arah belakang.

Kondisi jembatan yang sempit membuat para korban panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari di atas bantalan rel.

Nahas, diduga AG tidak sempat menghindar tepat waktu sehingga tubuhnya terserempet badan kereta. Akibat benturan keras tersebut, AG ditemukan tergeletak di tepi rel dengan luka serius di bagian kepala.

“Teman-temannya sempat berusaha menolong dan membawa korban ke jalan kampung terdekat untuk mencari bantuan warga,” tambah Dedi.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan darurat dan menghubungi pihak keluarga. Namun, luka berat yang dialami korban membuat nyawa AG tidak tertolong.

Sementara itu, tiga teman korban dilaporkan selamat dari maut, meski mengalami syok berat setelah menyaksikan langsung kejadian tragis tersebut.

Pasca-kejadian, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya untuk penanganan lebih lanjut. Aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kereta api yang merenggut nyawa anak di bawah umur tersebut.

“Benar, korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh,” jelas AKBP Andi Purwanto.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *