banner 728x250
News  

Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Lewat Pembangunan Ruas Jalan Kabupaten

banner 468x60

BERANDAKU.COM – Konsistensi Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Daerah Pemilihan (Dapil) 7, Luthfi Hizba Rusydia ST MSc dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat akhirnya membuahkan hasil.

Sejak dilantik sebagai anggota DPRD, Luthfi secara berkelanjutan menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur strategis kepada pemerintah daerah.

Example 300x600

Melalui kunjungan langsung ke lapangan, Luthfi memperjuangkan sekaligus menyampaikan kondisi jalan penghubung Cireundeu-Cihanura dan Bojongkapol-Cikangkung di Kecamatan Bojonggambir.

Berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, pembangunan dua ruas jalan ini telah disetujui dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya 2025-2029.

“Alhamdulillah, pada masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, pembangunan dua ruas jalan strategis ini resmi ditetapkan dalam RPJMD sebagai program prioritas daerah,” ungkap Luthfi.

Menurut Luthfi, disetujuinya pembangunan ruas jalan penghubung Cireundeu-Cihanura dan Bojongkapol-Cikangkung ini, disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat.

Mengingat jalan tersebut selama puluhan tahun belum pernah tersentuh pembangunan secara memadai.

“Sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, serta dari bupati pertama Kabupaten Tasikmalaya hingga saat ini,” terang Luthfi.

Kondisi jalan tersebut menyebabkan keterisolasian wilayah dan menghambat perkembangan ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat, termasuk sulitnya menjangkau fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Warga yang sakit atau ibu yang melahirkan harus menempuh perjalanan jauh dengan risiko besar. Sudah berapa nyawa yang hilang akibat lambatnya mendapatkan pelayanan kesehatan ketika menuju rumah sakit, hanya karena akses jalan yang tidak layak,” tegasnya.

la menegaskan bahwa perjuangan untuk pembangunan ruas jalan ini berangkat dari prinsip keadilan pembangunan.

“Kita bicara keadilan pembangunan. Dua ruas itu adalah jalan kabupaten yang vital tetapi belum pernah tersentuh pembangunan infrastruktur, khususnya jalan,” jelasnya.

Pembangunan ruas jalan Cireundeu-Cihanura dan Bojongkapol-Cikangkung ini diharapkan dapat menghidupkan kembali poros tengah Kabupaten Tasikmalaya.

Apalagi ketiga desa yang dilalui Wandasari, Bojongkapol dan Campakasari atau masyarakat sering menyebut WBC ini masuk desa tertinggal dan terisolir.

Walaupun termasuk desa tertinggal, WBC mempunyai potensi alam yang luar biasa kaya, selain banyak perkebunan teh, hasil bumi dan tani melimpah juga ada pengembangan biomassa.

Luthfi bersama masyarakat berhasil mengembangkan tanaman Indigofera yang kini menjadi proyek pengembangan biomassa energi baru terbarukan (EBT) oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (EΡΙ).

Lahan tandus dan tidak produktif seluas 100 hektare di tiga desa tersebut berhasil disulap menjadi kebun biomassa Indigofera dan lahannya dimanfaatkan juga untuk tumpang sari oleh masyarakat.

Selain batangnya menjadi sumber energi pengganti alternatif batu bara, akarnya membantu menyuburkan tanah, daunnya untuk pakan ternak.

Sambil menunggu realisasi pembangunan fisik secara penuh, la bersama warga Desa Campakasari swadaya melaksanakan kerja bakti untuk perbaikan darurat ruas jalan tersebut.

Luthfi bersama masyarakat secara gotong royong memberikan bantuan material alam berupa pasir, batu dan semen untuk perbaikan jalan.

Pemerintah Kecamatan Bojonggambir serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga ikut memberikan bantuan dengan menurunkan alat berat membantu perataan dan pembukaan akses jalan.

Luthfi menegaskan bahwa gotong royong swadaya ini merupakan bentuk kepedulian bersama agar aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan. (Tim Redaksi Berandaku.com)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *