banner 728x250

PSSI Kabupaten Tasikmalaya Siap Gulirkan LJI 2026, Benahi Kompetisi dan SDM

PSSI Kabupaten Tasikmalaya menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Workshop Kompetisi Tahun 2026
banner 468x60

 

BERANDAKU.COM – PSSI Kabupaten Tasikmalaya menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Workshop Kompetisi Tahun 2026 sebagai langkah awal memantapkan program pembinaan sepak bola daerah.

Example 300x600

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PSSI Kabupaten Tasikmalaya Juandi, Plt Sekjen PSSI Jawa Barat Jaelani Saputra, jajaran pengurus, serta perwakilan klub anggota PSSI Kabupaten Tasikmalaya.

Raker yang digelar di sektetariat PSSI Kabupaten Tasikmalaya Jalan Mayor SL Tobing pada Minggu (1/3/2026) tersebut, sebagai forum konsolidasi organisasi ini membahas agenda kerja tahun 2026.

Mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM) pelatih, pelaksanaan kompetisi usia dini dan remaja, hingga persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Ketua PSSI Kabupaten Tasikmalaya, Juandi, menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah pembenahan tata kelola kompetisi dan peningkatan kualitas pelatih.

“Kompetisi adalah jantung pembinaan sepak bola. Tanpa kompetisi yang terstruktur, berjenjang, dan konsisten, proses pembinaan tidak akan menghasilkan kualitas permainan yang optimal,” ujarnya saat di konfirmasi, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, PSSI Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen memantapkan kompetisi yang tertib administrasi, disiplin regulasi, serta menjunjung tinggi prinsip fair play.

Seluruh pelaksanaan kompetisi akan tetap mengacu dan bersinergi dengan kebijakan PSSI Jawa Barat.

Sebagai langkah awal sebelum kompetisi bergulir, PSSI Kabupaten Tasikmalaya akan menggelar Kursus Lisensi D dengan biaya terjangkau, yakni Rp 500 ribu per peserta. Program ini terlaksana berkat dukungan penuh PSSI Jawa Barat.

Kursus Lisensi D ini menjadi prioritas awal. Dengan biaya yang lebih murah dan dukungan luar biasa dari PSSI Jawa Barat, dengan harapan kualitas pelatih, khususnya di kelompok usia muda, semakin meningkat.

“Targetnya melahirkan pemain-pemain potensial yang terdidik sesuai kurikulum sepak bola nasional,” jelas Juandi.

Kata dia, agenda kompetisi 2026 sendiri akan diramaikan oleh Liga Jabar Istimewa (LJI) untuk kelompok usia 10, 12, 14, dan 19 tahun, serta Piala Soeratin untuk usia 13 dan 15 tahun.

Selain itu, PSSI Kabupaten Tasikmalaya juga menargetkan kesiapan maksimal menghadapi Porprov 2026.

Juandi menyebut, LJI akan menjadi program prioritas dalam mengarungi musim kompetisi tahun ini.

“Optimisme kami tinggi menggelar kompetisi dengan lahirnya LJI. Ini menjadi momentum kebangkitan sepak bola Kabupaten Tasikmalaya,” ucapnya.

Dengan tata kelola yang baik dan SDM pelatih yang berkualitas, Juandi meyakini pembinaan akan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Sementara itu, Plt Sekjen PSSI Jawa Barat, Jaelani Saputra yang akrab disapa Bang Jae, menyampaikan apresiasi atas keseriusan PSSI Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun fondasi pembinaan.

“Sinergitas antara kabupaten dan provinsi menjadi kunci keberhasilan pembinaan sepak bola berjenjang,” katanya.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan kompetisi usia dini sebagai pondasi pembentukan karakter dan kemampuan teknis pemain.

Melalui Raker dan Workshop Kompetisi 2026 ini, diharapkan seluruh klub anggota memiliki visi yang sama.

“Tentunya dalam membangun sepak bola daerah yang profesional, kompetitif, dan berprestasi di tingkat Jawa Barat maupun Nasional,” tandasnya. ***

 

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *