BERANDAKU.COM – Menjalankan ibadah puasa Ramadan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi kebugaran tubuh. Tanpa asupan makanan dan cairan selama belasan jam, tubuh rentan mengalami lemas, lesu, hingga penurunan konsentrasi.
Namun, kondisi ini sebenarnya bisa dihindari dengan pengaturan gaya hidup yang tepat.
Kunci utama agar badan tetap sehat selama bulan suci adalah menjaga keseimbangan antara nutrisi, hidrasi, dan waktu istirahat. Mengatur pola makan bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga soal mempersiapkan tubuh untuk tantangan puasa di hari berikutnya.
Langkah awal untuk tetap fit dimulai dari meja makan. Saat berbuka dan sahur, sangat disarankan untuk memilih makanan bergizi seimbang dan menghindari makanan olahan yang tinggi garam, gula, serta lemak jenuh.
Makanan jenis ini justru memicu rasa lapar dan haus lebih cepat. Pilihan cerdas seperti biji-bijian utuh, sayuran segar, serta pengolahan makanan dengan cara dipanggang atau dikukus akan menjaga energi lebih stabil.
Selain makanan, kecukupan cairan menjadi faktor krusial untuk mencegah dehidrasi. Salah satu metode yang paling efektif adalah menerapkan pola 2-4-2: dua gelas air saat berbuka, empat gelas selama waktu makan malam, dan dua gelas saat sahur.
Dengan pola ini, kebutuhan delapan gelas air sehari tetap terpenuhi meski waktu minum terbatas.
Puasa bukanlah alasan untuk berhenti bergerak. Olahraga tetap sangat dianjurkan untuk menjaga kebugaran, dengan waktu terbaik sekitar 60 menit sebelum berbuka atau setelah salat tarawih.
Di waktu-waktu tersebut, tubuh bisa segera mendapatkan kembali cairan dan energi yang hilang setelah beraktivitas fisik.
Kualitas tidur juga memegang peranan penting karena siklus sirkadian tubuh cenderung berubah selama Ramadan. Mengatur jam tidur dan bangun yang konsisten akan membantu tubuh beradaptasi lebih cepat.
Jangan ragu untuk mengambil jeda istirahat singkat sekitar 5 hingga 10 menit di sela aktivitas kantor saat rasa lelah mulai melanda.
Pola makan saat Ramadan sebaiknya dibagi menjadi tiga waktu utama: saat berbuka, setelah tarawih, dan saat sahur.
Berbuka sebaiknya dilakukan secara perlahan dengan makanan ringan seperti kurma atau sup untuk menyiapkan sistem pencernaan sebelum masuk ke menu utama.
Satu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah makan sahur. Sahur bukan sekadar formalitas, melainkan bekal nutrisi utama agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga masalah pencernaan selama berpuasa.
Dengan memperhatikan kualitas tidur dan pilihan nutrisi yang tepat, ibadah puasa dapat dijalankan dengan penuh semangat dan tetap produktif.***













