banner 728x250

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar Sore Ini: Cek Data Hilal BMKG dan BRIN Penentu Lebaran 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar sidang isbat penentuan Idul Fitri 2026 hari ini, Kamis (19/3)

banner 468x60

JAKARTA, BERANDAKU.COM — Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menjadwalkan pelaksanaan sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 pada hari ini, Kamis (19/3/2026). Sidang krusial ini bertepatan dengan tanggal 29 Ramadhan 1447 H.

Bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, sidang ini akan menjadi rujukan utama bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan hari kemenangan.

Example 300x600

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis maupun substansi telah dimatangkan. “Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya.

Sidang isbat kali ini kembali mengedepankan prinsip transparansi dan legitimasi keagamaan dengan melibatkan berbagai unsur.

Mulai dari pakar astronomi BMKG, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pihak planetarium, observatorium, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa koordinasi dengan titik pemantauan hilal di seluruh pelosok Indonesia telah dilakukan.

“Kami telah menyiapkan sistem pelaporan rukyat dan sarana prasarana pendukung agar proses sidang berjalan akurat serta informatif bagi masyarakat,” jelas Arsad.

Indonesia saat ini mengacu pada kriteria baru MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Kriteria tersebut mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan elongasi atau jarak sudut Bulan-Matahari minimal 6,4 derajat.

Berdasarkan perhitungan teknis dari BMKG, ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 diperkirakan berada pada posisi yang bervariasi secara geografis.

Posisi terendah berada di kisaran 0,91 derajat di Merauke, Papua, hingga mencapai 3,13 derajat di Sabang, Aceh.

Rangkaian sidang akan diawali dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi secara detail.

Selanjutnya, tim akan melakukan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah sebelum akhirnya Menteri Agama mengumumkan secara resmi hasil penetapan 1 Syawal 1447 H kepada masyarakat luas.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *