TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya memicu kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, menginstruksikan penguatan mitigasi melalui langkah nyata konservasi lahan gundul dan penanaman pohon secara berkelanjutan.
Dalam aksi nyata di lapangan, Wakil Bupati memimpin penanaman sekitar 200 hingga 300 pohon mahoni. Program yang menjadi bagian dari gerakan “Tasik Hejo” ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga tanah dan penyerap air hujan.
“Kita menanam mahoni kurang lebih 200 sampai 300 pohon, dan sekarang sudah tumbuh pucuk. Kita akan rawat terus sebagai bagian dari pelaksanaan Tasik Hejo melalui konservasi lahan-lahan yang gundul,” ujar Asep Sopari.
Wabup menjelaskan bahwa langkah reboisasi ini sangat mendesak mengingat laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan adanya anomali cuaca. Curah hujan saat ini dinilai berada di atas batas normal, yang berpotensi memicu banjir bandang dan tanah longsor.
“Hujan sekarang begitu lebat, bahkan menurut BMKG di luar kebiasaan. Inilah yang kita sebut risiko bencana hidrometeorologi. Setidaknya kita berikhtiar agar air yang jatuh bisa diserap ke tanah melalui akar pohon, sehingga meminimalisir erosi,” tambahnya.
Baca Juga : Wakil Bupati Tasikmalaya Dorong PAC ISNU Jadi Mitra Strategis Pembangunan
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berhenti menanam pohon di lingkungan masing-masing. Menanam pohon dinilai sebagai kontribusi paling sederhana namun berdampak besar bagi keselamatan ekosistem di masa depan.
Wabup menekankan pentingnya kesadaran lingkungan sebagai investasi keselamatan jangka panjang. Dengan lahan yang kembali rimbun, risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
“Mari menjaga alam dan alam akan menjaga kita. Ini adalah langkah nyata untuk memberikan kontribusi kepada alam demi mewujudkan Tasikmalaya yang aman, hijau, dan asri,” pungkasnya.
Melalui program Tasik Hejo, Pemkab Tasikmalaya berharap gerakan konservasi ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan menjadi gaya hidup masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.***













