TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Padepokan Pesantren Perguruan Pencak Silat dan Lingkungan Seni Padjadjaran Pusat merayakan hari jadinya yang ke-56 tahun dengan penuh khidmat. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukaraja, Sabtu (31/1/2026) ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi.
Perayaan Milangkala ke-56 ini terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan Tasyakur Milangkala Guru Besar sekaligus Ketua Umum Padepokan Padjadjaran Pusat yang kini genap berusia 96 tahun.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Padepokan Padjadjaran Pusat. Menurutnya, padepokan ini bukan sekadar tempat berlatih fisik, melainkan kawah candradimuka bagi penguatan nilai seni, spiritualitas, dan jiwa kebangsaan di Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi nyata Padepokan Padjadjaran Pusat selama 56 tahun ini dalam menjaga warisan budaya leluhur. Peran padepokan dalam membina karakter generasi muda melalui pencak silat sangat luar biasa,” ujar Wabup Asep Sopari Al-Ayubi.
Kegiatan milangkala ini menampilkan berbagai atraksi seni pencak silat dan budaya Sunda yang memukau para tamu undangan. Bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, eksistensi perguruan silat seperti Padjadjaran Pusat adalah benteng pertahanan budaya di tengah gempuran modernisasi.
Wabup juga menyoroti pentingnya sosok Guru Besar yang telah mendedikasikan hampir satu abad usianya untuk syiar budaya dan agama. Ketokohan Guru Besar ke-96 tahun ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para murid dan masyarakat luas dalam hal kedisiplinan dan pengabdian.
“Padepokan ini adalah aset daerah yang berharga. Sinergi antara nilai bela diri dan pesantren di sini menciptakan generasi yang tidak hanya tangguh secara fisik, tapi juga memiliki kedalaman spiritual,” tambahnya.
Melalui momentum milangkala ini, diharapkan seluruh anggota Padepokan Padjadjaran Pusat dapat terus konsisten melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi serta seniman yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya di tingkat nasional maupun internasional.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan Guru Besar serta kelangsungan padepokan agar tetap menjadi pusat pelestarian budaya Sunda yang kokoh dan berkelanjutan di wilayah Priangan Timur.***













