banner 728x250
News  

Wakil Bupati Tasikmalaya Minta Camat dan Puskesmas Bertanggung Jawab Penuh Atas Target Stunting

Wabup Asep Sopari Al-Ayubi Tekankan Akuntabilitas Wilayah dan Persiapan Bulan Pertimbangan Balita (BPB) 2026 sebagai Langkah Strategis Pencegahan Stunting

Wakil Bupati Tasikmalaya Minta Camat dan Puskesmas Bertanggung Jawab Penuh Atas Target Stunting
Wakil Bupati Tasikmalaya Minta Camat dan Puskesmas Bertanggung Jawab Penuh Atas Target Stunting. (foto : istimewa)
banner 468x60

TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi emas melalui aksi nyata penurunan angka stunting. Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, memberikan instruksi tegas kepada seluruh Camat dan Kepala Puskesmas untuk memperkuat koordinasi dan akuntabilitas kerja di wilayah masing-masing.

Hal tersebut ditegaskan Wabup Tasikmalaya Asep dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting serta Persiapan Bulan Pertimbangan Balita (BPB) Februari 2026, yang digelar di Aula Wiradadaha Bappelitbangda, Rabu (28/01/2026).

Example 300x600

Dalam sambutannya, Wabup Asep menekankan bahwa penanganan stunting bukan sekadar rutinitas medis, melainkan program prioritas yang harus dijalankan secara terintegrasi dan berkelanjutan melalui kebijakan yang terukur.

“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen penuh untuk menurunkan angka stunting melalui berbagai program dan kebijakan yang terintegrasi,” tegas Asep Sopari Al-Ayubi di hadapan para pemangku kepentingan.

Baca Juga : Dekati Rata-rata Provinsi, Bupati Tasikmalaya Ungkap Laju Ekonomi Kabupaten Tasikmalaya Tembus 5,31 Persen

Wakil Bupati secara khusus meminta para camat untuk memposisikan diri sebagai pemimpin koordinasi di wilayah. Ia menginstruksikan agar setiap camat memastikan seluruh desa memiliki perencanaan program yang jelas dan tepat sasaran.

“Saya meminta para camat untuk memastikan bahwa setiap desa di wilayahnya memiliki perencanaan dan pelaksanaan program penurunan stunting yang jelas dan terukur. Jangan sampai ada program yang tidak menyentuh sasaran utama,” ujarnya.

Rakor ini juga menjadi ajang persiapan teknis menjelang Bulan Pertimbangan Balita (BPB) yang akan dilaksanakan pada Februari mendatang. Data dari BPB dinilai krusial sebagai dasar intervensi kesehatan balita di Kabupaten Tasikmalaya.

Wabup Asep kembali menegaskan pentingnya tanggung jawab moral dan administratif dari setiap pimpinan wilayah. Ia tidak ingin penanganan stunting hanya menjadi angka di atas kertas tanpa ada perubahan nyata di lapangan.

“Setiap camat dan kepala puskesmas harus memiliki target yang jelas dan bertanggung jawab atas capaian di wilayah kerjanya masing-masing. Ini soal kualitas masa depan anak-anak kita di Tasikmalaya,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, jajaran Kepala Perangkat Daerah seperti Bappelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial PPKBP3A, serta unsur TP PKK Kabupaten Tasikmalaya dan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB).***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *