TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Menghadapi potensi bencana alam di tengah cuaca yang tak menentu, Polres Tasikmalaya mengambil langkah cepat dengan menyiagakan dua unit alat berat di jalur rawan longsor Salawu-Garut. Penempatan armada ini dipusatkan di Pos Pengamanan Tapal Kuda, Kecamatan Salawu, Minggu (15/3/2026).
Langkah preventif ini bertujuan untuk menjamin keselamatan, keamanan, serta kenyamanan para pemudik yang melintasi jalur penghubung Tasikmalaya-Garut selama periode Lebaran 1447 H.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Utama, menjelaskan bahwa meski kondisi cuaca saat ini terpantau cerah, potensi perubahan cuaca ekstrem yang mendadak tetap diantisipasi. Mengingat kontur jalan di kawasan Salawu yang didominasi tebing curam, risiko longsor menjadi perhatian utama.
“Kami siapkan alat berat ini sebagai upaya antisipasi jika terjadi longsor di jalur Salawu-Garut. Harapannya, jika terjadi kendala alam, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga kemacetan panjang dapat dicegah,” terang AKBP Wahyu Utama di lokasi.
Lebih lanjut, AKBP Wahyu merinci bahwa keberadaan alat berat ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi. Dua unit armada yang disiagakan berasal dari sumber yang berbeda guna memastikan kecukupan tenaga di lapangan.
“Kami mengajukan dua unit; satu unit didatangkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan satu unit lagi didukung oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” tambahnya.
Operator Alat Berat, Rosidin, mengonfirmasi bahwa armada milik Dinas PU Provinsi Jawa Barat telah tiba lebih awal di Pos Tapal Kuda. Kehadiran unit ini akan diperkuat oleh armada dari Kabupaten Tasikmalaya yang dijadwalkan tiba pada sore hari yang sama.
“Unit dari provinsi ini akan mem-back-up pengoperasian alat berat dari kabupaten. Jadi, total ada dua kekuatan yang siap bergerak jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelas Rosidin.
Jalur Salawu memang dikenal sebagai salah satu titik paling kritis bagi para pemudik karena jalurnya yang berkelok dan rawan pergerakan tanah.
Dengan disiagakannya alat berat secara menetap (statis) di lokasi tersebut, petugas diharapkan dapat melakukan pembersihan material longsor dalam hitungan menit tanpa harus menunggu pengiriman alat dari pusat kota, sehingga arus lalu lintas tetap terjaga kelancarannya.***













