BERANDAKU.COM – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar saat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kemenag Jabar, H. Dudu Rohman, hadir memberikan tausiyah dan motivasi bagi para warga binaan.
Kehadiran orang nomor satu di Kemenag Jabar ini bertujuan untuk memperkuat mental spiritual penghuni lapas dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Dudu menekankan bahwa jeruji besi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk meningkatkan kualitas iman. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk merefleksikan diri sebagai makhluk Tuhan dan menata niat dalam menyongsong bulan puasa dengan penuh optimisme.
Baca Juga : Jelang Ramadan 2026, Kemenag Tasikmalaya Kompak ‘GEBER’ Bersih-Bersih Masjid Serentak
Dalam pesan moralnya, Dudu Rohman menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri. Ia mengapresiasi program pembinaan keagamaan yang berjalan di Lapas Banjar, terutama aktivitas intensif yang direncanakan selama bulan Ramadan.
“Kegiatan ini supaya kita sama-sama sadar bahwa kita semua adalah makhluk Tuhan. Kami mengajak agar kita semua bangga dan penuh suka cita dalam menyambut bulan suci Ramadan. Saya sangat mengapresiasi kegiatan pembinaan di lapas selama bulan suci nanti,” ujar Dudu Rohman dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum bagi warga binaan untuk “pulang” kepada nilai-nilai agama, sehingga saat kembali ke masyarakat nanti, mereka telah memiliki karakter yang lebih kuat dan positif.
Baca Juga : Jarang Disadari! Ini 6 Keajaiban yang Terjadi pada Tubuh Saat Puasa 12 Jam
Kepala Seksi Binadik Lapas Banjar, Rilo Restu Prambudi, menyambut hangat kehadiran Kakanwil Kemenag Jabar. Ia mengungkapkan bahwa saat ini Lapas Banjar dihuni oleh 497 orang, di mana mayoritas warga binaan berasal dari luar wilayah Kota Banjar. Kehadiran tokoh agama setingkat Kanwil dinilai memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi mereka.
“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Kanwil Kemenag Jawa Barat di Lapas Banjar. Tausiyah dan motivasi yang diberikan sangat berharga bagi pembinaan mental dan spiritual warga binaan kami,” ungkap Rilo.
Pihak Lapas berharap sinergi dengan Kementerian Agama dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kerjasama ini dianggap krusial dalam mendukung keberhasilan program reintegrasi sosial, di mana pembentukan karakter berbasis agama menjadi fondasi utamanya agar para warga binaan tidak lagi mengulangi kesalahan di masa depan.***













