banner 728x250

Menu MBG Ramadhan di Tasikmalaya Dikeluhkan Orang Tua Siswa

banner 468x60

TASIK, BERANDAKU.COM – Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa sekolah dasar di Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya di bulan Ramadhan menuai keluhan dari sejumlah orang tua murid.

Paket makanan yang diterima dinilai tidak mencerminkan komposisi gizi seimbang dan kualitas penyajian yang layak bagi anak usia sekolah dasar.

Example 300x600

Salah satu orang tua murid SD di Kecamatan Padakembang, Endin (35), mengungkapkan kekecewaannya terhadap menu MBG yang diterima anaknya.

Ia menyebut paket makanan hanya berisi roti kemasan tanpa merek, beberapa butir telur puyuh, dan kurma.

Menurutnya, menu tersebut jauh dari harapan terhadap program yang mengusung pemenuhan gizi anak.

Ia menilai paket makanan yang dibagikan lebih menyerupai makanan ringan ketimbang menu bergizi yang mampu menunjang kebutuhan nutrisi anak.

“Anak saya hanya mendapat roti, telur puyuh, dan kurma. Tidak ada lauk maupun sayuran. Ini terlalu sederhana untuk disebut menu bergizi,” ungkap dia.

Endin mengakui pola makan anak memang mengalami penyesuaian selama Ramadhan karena menjalankan ibadah puasa.

“Tapi kita sebagai orang tua meminta agar paket makanan yang dibagikan tetap memperhatikan kebutuhan gizi harian anak, terutama untuk mendukung aktivitas belajar di sekolah,” kata dia.

Jika paket tersebut diperuntukkan sebagai menu berbuka atau cadangan sahur, maka tetap harus mengandung unsur karbohidrat yang cukup, protein yang memadai, serta vitamin dari sayur atau buah.

Sebagai orang tua Ia meminta pihak sekolah dan penyelenggara program melakukan evaluasi terhadap menu MBG yang dibagikan, terlebih pada momen ramadhan yang seharusnya tetap memperhatikan aspek kesehatan anak.

“Kami tidak menolak program ini. Justru mendukung. Tapi kualitas dan kelayakan menu harus diperhatikan. Jangan sampai program ini hanya menjadi formalitas,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan orang tua murid SD di Kecamatan Cigalontang, Jafar (30). Ia mengaku kecewa dengan kualitas menu MBG yang diterima anaknya selama pelaksanaan program.

Menurutnya, meski program MBG memiliki tujuan baik untuk mendukung pemenuhan gizi siswa, kualitas makanan yang disediakan tetap harus menjadi perhatian utama.

“Programnya bagus, tapi apa yang diberikan kepada penerima manfaat juga harus baik. Jangan asal memberikan menu MBG,” katanya.

Penanggung jawab SPPG di Kecamatan Cigalontang, Rafli Irawan, menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat terkait paket kering MBG yang dinilai kurang maksimal.

Ia menjelaskan, pada awalnya paket direncanakan untuk kebutuhan tiga hari. Namun, berdasarkan arahan dari pusat melalui sistem Dapodik, distribusi harus dilakukan setiap hari sehingga pihaknya harus menyesuaikan komposisi menu menjadi harian.

“Mohon maaf kepada seluruh PIC penerima manfaat kami dari pihak SPPG kurang maksimal dari pemberian paket kering MBG. InsyaAllah, mulai minggu depan kami akan evaluasi lebih maksimal untuk pemberian paket keringan,” katanya.

Asisten Daerah (Asda 1) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tasikmalaya yang juga Satgas Pengawasan MBG tingkat Kabupaten Tasikmalaya, Dr H Rubi Azhara SSTP MSi mengaku prihatin dengan masih adanya menu MBG yang dikeluhkan oleh orang tua siswa.

“Tentu hal ini harus menjadi perhatian kita, agar pelaksanaan program nasional ini sesuai dengan maksud dan tujuannya,” kata Rubi.

Ia menambahkan, Satgas pengawasan tingkat kabupaten akan segera berkoordinasi dengan korwil SPPG Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami menghimbau agar hal ini harus mendapatkan perhatian serius demi kebaikan bersama,” pungkasnya.***

 

 

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *