banner 728x250

Lawan Scam! Pakar IT Unpas Luncurkan Web AI Gratis untuk Deteksi Dini Penipuan Digital

Waspada penipuan digital! Pakar IT Unpas luncurkan tanya.fadli.id, web berbasis AI untuk cek potensi scam secara gratis

Lawan Scam! Pakar IT Unpas Luncurkan Web AI Gratis untuk Deteksi Dini Penipuan Digital
Lawan Scam! Pakar IT Unpas Luncurkan Web AI Gratis untuk Deteksi Dini Penipuan Digital
banner 468x60

BERANDAKU.COM– Maraknya modus penipuan digital yang semakin canggih memicu lahirnya inovasi perlindungan data berbasis teknologi. Miftahul Fadli Muttaqin, seorang pakar IT sekaligus Dosen Teknik Informatika Universitas Pasundan (Unpas), mengembangkan platform deteksi dini berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) melalui laman tanya.fadli.id.

Platform ini hadir sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang kerap merasa ragu terhadap pesan atau telepon mencurigakan. Pengguna cukup mengunggah tangkapan layar, menyalin percakapan, atau menjelaskan kronologi kejadian yang mereka alami ke dalam sistem tersebut untuk dianalisis secara instan.

Example 300x600

Sistem AI pada platform ini bekerja dengan membedah pola bahasa, memeriksa tautan (link) berisiko, dan mencocokkannya dengan database modus penipuan terbaru yang sedang beredar. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk skor risiko antara 0 hingga 100, lengkap dengan rekomendasi langkah pencegahan yang harus dilakukan pengguna.

Fadli merancang aplikasi ini sebagai alat bantu pertama sebelum seseorang mengambil keputusan fatal di bawah tekanan atau rasa panik. “Kami ingin masyarakat memiliki referensi tambahan agar tidak bertindak dalam kondisi panik,” ujar Fadli dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026). Sejak diluncurkan pada awal tahun, situs ini telah mencatat ribuan kunjungan setiap harinya, mencerminkan tingginya kebutuhan akan perlindungan digital.

Keamanan data menjadi prioritas utama dalam platform ini. Secara teknis, sistem tidak mempublikasikan data pengguna secara luas. Jika pengguna memilih untuk membagikan pengalamannya sebagai bentuk edukasi bagi orang lain, sistem AI akan secara otomatis menyensor informasi sensitif seperti nomor telepon atau nama asli.

Fadli menegaskan bahwa teknologi ini hadir untuk melindungi, bukan menambah risiko kebocoran data pribadi. Prinsip ini sangat krusial mengingat teknik rekayasa sosial (social engineering) yang digunakan penipu saat ini semakin halus, mulai dari menyamar sebagai pihak bank, kurir pengiriman, hingga skema investasi bodong.

Data dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat lebih dari 411 ribu pengaduan penipuan digital dengan total kerugian mencapai Rp9,1 triliun. Ironisnya, kurang dari 5 persen dana yang berhasil diselamatkan karena mayoritas korban terlambat melapor.

Hadirnya teknologi seperti deepfake yang mampu memalsukan suara dan video kini membuat masyarakat semakin sulit mengenali informasi manipulatif. Oleh karena itu, keberadaan platform mandiri seperti tanya.fadli.id diharapkan dapat meningkatkan literasi digital dan menjadi benteng pertahanan pertama bagi masyarakat Indonesia di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *