BERANDAKU.COM – Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Tasikmalaya resmi memasuki masa bakti 2025–2027 setelah melalui rangkaian kegiatan pelantikan, pemadatan materi, tes seleksi, hingga pengesahan dan penyerahan kepengurusan yang digelar sejak Desember 2025 hingga puncaknya pada Sabtu (14/2/2026).
Rangkaian kegiatan ini melibatkan puluhan pelajar tingkat SMA/MA sederajat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tasikmalaya, dengan tujuan memperkuat kapasitas dan wawasan anggota FORPIS sebagai mitra pembinaan remaja di lingkungan Palang Merah Indonesia (PMI).
Koordinator penyelenggara, Khaerul Anwar, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan pelantikan FORPIS Kabupaten Tasikmalaya pada Desember 2025.
Kegiatan tersebut diikuti hampir seluruh perwakilan sekolah tingkat SMA/MA sederajat dari enam wilayah, yakni wilayah Timur, Barat 1, Barat 2, Utara, Selatan 1, dan Selatan 2.
“Total peserta yang mengikuti pelantikan awal mencapai 92 orang dari berbagai sekolah di Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya kepada Berandaku.com, Minggu 15 Februari 2026.
Ia menjelaskan, peserta merupakan perwakilan siswa yang tergabung dalam kegiatan kepalangmerahan di sekolah masing-masing.
Menurutnya, pelantikan menjadi langkah awal untuk membentuk struktur kepengurusan dan komitmen bersama dalam menjalankan program FORPIS selama dua tahun ke depan.
Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan pada Februari 2026 dengan pemadatan materi bagi seluruh anggota FORPIS.
Berbeda dengan kegiatan awal yang dilakukan secara luring, pemadatan materi dilaksanakan melalui Zoom Meeting guna menjangkau peserta dari berbagai wilayah secara efektif.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan tujuh materi dasar yang wajib dimiliki anggota FORPIS, meliputi dasar-dasar kepalangmerahan, kepemimpinan remaja, manajemen organisasi, hingga peran relawan dalam kegiatan sosial kemanusiaan.
Pemadatan materi ini menjadi bekal utama sebelum mereka dinyatakan sah sebagai pengurus dan anggota aktif.
“Kami ingin memastikan seluruh anggota memiliki pemahaman yang sama tentang nilai-nilai kemanusiaan dan peran FORPIS di sekolah maupun masyarakat,” katanya.
Selamjutnya, puncak rangkaian kegiatan digelar pada Sabtu (14/2/2026) di Markas PMI Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut diisi dengan tes tulis dan wawancara bagi anggota FORPIS, yang dilaksanakan oleh staf PMI Kabupaten Tasikmalaya bersama KSR Kabupaten Tasikmalaya.
Dari 92 peserta awal, sebanyak 37 peserta tercatat hadir mengikuti tahapan tes akhir tersebut.
Tes tulis dan wawancara dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan sekaligus menilai kesiapan mereka dalam menjalankan amanah organisasi.
“Kami ingin FORPIS Kabupaten Tasikmalaya diisi oleh remaja-remaja yang tidak hanya aktif, tetapi juga memahami prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan. Tes ini menjadi bagian dari proses pengesahan dan penyerahan kepengurusan,” jelasnya.
Dengan selesainya rangkaian pelantikan, pemadatan materi, hingga pengesahan, FORPIS Kabupaten Tasikmalaya masa bakti 2025–2027 diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan remaja yang lebih solid dan berdaya guna.
Khawrul Anwar berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan serta memperkuat karakter kepemimpinan para anggota.
Ia berharap seluruh peserta FORPIS masa jabatan 2025–2027 ini semakin memahami perannya sebagai pelopor kegiatan kemanusiaan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“FORPIS bukan hanya organisasi, tetapi wadah pembentukan karakter dan kepedulian sosial,” tegasnya.
Ke depan, FORPIS Kabupaten Tasikmalaya direncanakan akan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial, edukasi kesehatan, serta aksi kemanusiaan yang bersinergi dengan PMI Kabupaten Tasikmalaya dan relawan di tingkat daerah.
“Dengan keterlibatan puluhan pelajar lintas wilayah, kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang peduli, tanggap, dan siap berkontribusi dalam misi kemanusiaan di Kabupaten Tasikmalaya,” tandasnya.












