banner 728x250

Dorong Pemajuan Budaya Lokal, Disdikbud Tasikmalaya Verifikasi Kelayakan 190 Sanggar Seni

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya melakukan verifikasi terhadap 190 sanggar seni pemegang SKOK

banner 468x60

TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya tengah melakukan verifikasi intensif terhadap sanggar dan lingkungan seni di seluruh wilayah hukumnya.

Langkah strategis ini diambil guna menilai ulang kelayakan organisasi kesenian dalam memegang Surat Keterangan Organisasi Kesenian (SKOK).

Example 300x600

Kegiatan verifikasi kali ini menyasar sekitar 190 sanggar seni yang saat ini telah terdaftar dan mengantongi SKOK. Proses ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa setiap wadah kesenian yang tercatat benar-benar aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian identitas budaya daerah.

Asep Zaini, A.S.Pd., dari Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, menjelaskan bahwa verifikasi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk evaluasi dan pembinaan menyeluruh.

“Tujuan utama verifikasi ini adalah untuk menilai layak atau tidaknya sanggar seni mendapatkan atau memperpanjang SKOK. Kami melihat langsung aktivitas dan eksistensi mereka di tengah masyarakat,” ujar Asep.

Menurut Asep, sanggar seni memiliki peran krusial sebagai benteng pertahanan kekayaan budaya lokal. Melalui Bidang Kebudayaan, pemerintah daerah terus mendorong agar sanggar-sanggar tersebut mampu bertransformasi menjadi unit yang lebih profesional dan mandiri.

“Kami ingin seluruh lingkungan seni di Kabupaten Tasikmalaya menjadi motor pemajuan budaya. Selain sebagai wadah ekspresi, sanggar harus mampu menjadi ajang promosi daerah, baik dari sisi edukasi maupun daya tarik pariwisata,” tambahnya.

Proses verifikasi ini juga diharapkan dapat memacu peningkatan kualitas manajemen internal sanggar, mulai dari tata kelola organisasi hingga keberlanjutan program kegiatan.

Dengan standar yang jelas, diharapkan tidak ada lagi sanggar yang hanya aktif secara simbolis atau “papan nama” semata.

Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk memberikan pembinaan berkelanjutan pasca-verifikasi.

Dukungan akan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari fasilitasi pementasan, pelatihan teknis, hingga bantuan promosi agar karya seni lokal Tasikmalaya semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional.

“Melalui langkah ini, saya berharap ekosistem kesenian daerah semakin kuat dan mampu menjadi daya tarik tersendiri yang mendukung pembangunan sektor pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Tasikmalaya,” pungkas Asep.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *