TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Stadion Sepak Bola Mangunreja yang digadang-gadang menjadi kebanggaan warga Kabupaten Tasikmalaya kembali menuai sorotan tajam. Alih-alih menjadi pusat pembinaan atlet, proyek infrastruktur ini dinilai terbengkalai tanpa kejelasan kelanjutan pembangunannya.
Sindiran pedas muncul dari Ketua Paguyuban Patas Saninten, Dani Reksa Narada. Dalam sebuah video yang beredar pada Rabu (22/04/2026), ia secara terbuka mengkritisi lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menyelesaikan fasilitas olahraga tersebut.
Dani mengungkapkan kekecewaannya melihat kondisi fisik fisik stadion yang kian memprihatinkan dari waktu ke waktu. Ia bahkan melontarkan sindiran keras dengan menyebut stadion tersebut sudah berganti fungsi secara drastis.
“Apa kabar stadion sepak bola Kabupaten Tasikmalaya? Kabarnya sekarang sudah berganti nama jadi ‘Stadion Adu Bagong’. Kondisinya sudah tidak layak lagi untuk bermain bola,” ujar Dani dengan nada kecewa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi lapangan memang jauh dari standar fasilitas olahraga profesional. Rumput yang tidak terawat, fasilitas penunjang yang minim, serta area sekitar yang tampak gersang membuat lokasi ini menyerupai lahan kosong yang tidak terurus.
Dani menilai, ketidakjelasan status proyek ini mencerminkan kegagalan dalam pengelolaan infrastruktur daerah. Ia bahkan menyebut lokasi tersebut lebih produktif jika dialihfungsikan menjadi lahan pertanian warga daripada dibiarkan rusak.
“Kalau melihat kondisinya sekarang, ini bukan lagi tempat olahraga. Bahkan lebih cocok ditanami singkong daripada dipakai main bola,” ungkapnya dengan nada kritis.
Hal yang paling disayangkan warga adalah absennya progres nyata meskipun kepemimpinan di tingkat kabupaten maupun provinsi telah berganti beberapa periode. Proyek ini terkesan dibiarkan mangkrak tanpa arah yang jelas.
“Dari zaman Bupati ke Bupati, Gubernur ke Gubernur, tetap saja tidak ada kelanjutan. Seolah-olah proyek ini dibiarkan mangkrak tanpa kepastian,” tambah Dani.
Padahal, menurutnya, keberadaan Stadion Mangunreja seharusnya menjadi jantung aktivitas masyarakat dan wadah pembinaan generasi muda untuk mencetak atlet berprestasi di Kabupaten Tasikmalaya.
“Harusnya jadi tempat pembinaan atlet dan kegiatan positif masyarakat. Tapi kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Sayang sekali kalau anggaran yang sudah masuk dibiarkan menjadi sia-sia seperti ini,” tandasnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera mengambil langkah konkret, baik melakukan perawatan rutin maupun mencari solusi pendanaan untuk menuntaskan pembangunan stadion sebelum kerusakan fasilitas semakin parah.***













