banner 728x250

Bupati Garut Dorong Akselerasi Garut Selatan Lewat Hilirisasi Jagung

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya lompatan pembangunan (akselerasi) di Garut Selatan melalui hilirisasi komoditas jagung dan pariwisata untuk menekan angka kemiskinan ekstrem

banner 468x60

BERANDAKU.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja ke wilayah selatan Garut guna memberikan arahan strategis kepada para Kepala Desa di Kecamatan Mekarmukti, Caringin, dan Bungbulang.

Dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Mekarmukti, Senin (23/2/2026), Bupati Garut Syakur menegaskan bahwa wilayah selatan membutuhkan “lompatan” pembangunan atau akselerasi untuk memutus rantai persoalan mendasar.

Example 300x600

Bupati Garut menyoroti kondisi sosial-ekonomi di Garut Selatan yang dinilai masih memerlukan perhatian serius, mulai dari kemiskinan ekstrem, angka putus sekolah, hingga tingginya angka kematian ibu dan anak.

Menurutnya, masalah-masalah tersebut hanya bisa tuntas dengan pembangunan yang signifikan dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

“Tentu saja di otak saya bahwa harus ada akselerasi, dan akselerasi itu selalu membutuhkan dana yang besar,” ujar Abdusy Syakur.

Ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu kunci pembuka lapangan kerja yang potensial selain sektor industri pabrikan. “Contohnya kita ingin ada penyerapan tenaga kerja, ada industri, tapi tidak usah selalu industri pabrik, tapi pariwisata juga bisa menyerap tenaga kerja. Restoran, hotel itu juga bisa menyerap tenaga kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Syakur mengkritisi pola pertanian dan peternakan di Garut Selatan yang selama ini belum memberikan hasil optimal.

Lemahnya proses hilirisasi menyebabkan komoditas lokal seringkali dijual mentah tanpa adanya nilai tambah (value added) bagi petani setempat.

Sebagai solusi konkret, Bupati mengidentifikasi jagung sebagai komoditas paling strategis untuk dikembangkan saat ini.

Apalagi, jagung merupakan bahan baku utama pakan ternak yang vital untuk menyukseskan program nasional Makanan Bergizi Gratis.

“Tapi dari sekian komoditi itu saya melihat ada yang potensial yaitu jagung. Karena jagung ini sekarang lagi ‘seksi’, kenapa ‘seksi’? Adalah komoditi yang diperlukan untuk mendukung dari bidang yang lain,” jelasnya.

Terinspirasi dari model ekosistem di Blitar, Syakur berencana mengintegrasikan sektor pertanian jagung dengan sentra peternakan dan pabrik pakan di satu kawasan yang berdekatan.

Strategi ini diyakini mampu menekan ongkos produksi secara drastis sehingga harga jual produk turunan seperti telur bisa lebih kompetitif.

“Saya lihat di Blitar itu katanya mereka sudah ada ekosistem jadi pakannya di situ, peternakannya di situ sehingga ongkos produksi jadi murah. Sehingga ketika dijual secara keseluruhan, harga telur di Blitar lebih murah dari Garut karena semua tergabung terintegrasi,” papar Syakur.

Melalui integrasi sektor pertanian jagung dan peternakan ayam pedaging ini, Syakur berharap Garut Selatan mampu bertransformasi menjadi pemain utama dalam rantai pasok pangan nasional. Langkah ini diharapkan menjadi senjata utama dalam menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut.

Pertemuan strategis ini juga turut dihadiri oleh Wakil Komandan (Wadan) Yonif TP 890/GS, Kapten INF Rahman Nur Rumagia, beserta jajaran pejabat daerah lainnya.**”

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *