BERANDAKU.COM– Pemerintah Kabupaten Garut mulai menancapkan fondasi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan langkah strategis dengan menyambangi Kantor Pusat BRIN di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026), guna memastikan setiap kebijakan pembangunan di “Kota Intan” ke depan didorong oleh kekuatan riset dan inovasi yang akurat.
Pertemuan tersebut menjadi babak baru bagi akselerasi pembangunan daerah melalui koordinasi pengembangan riset dan implementasi teknologi. Kehadiran Bupati Syakur disambut langsung oleh jajaran petinggi BRIN, di antaranya Deputi Riset dan Inovasi Daerah, Dr. Yopi, serta Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, Prof. Agus Haryono.
Kolaborasi ini dirancang untuk mengoptimalkan seluruh potensi lokal Garut agar mampu bersaing di level nasional maupun global.
Dalam narasinya, Bupati Syakur mengungkapkan rasa bangganya atas keterbukaan BRIN dalam mendukung daerah. Bagi Syakur, sentuhan teknologi dan pendampingan ahli adalah syarat mutlak bagi Garut untuk melakukan lompatan kemajuan di masa depan.
Baca Juga : Panen Raya Jagung Sinergi Bupati Garut dan TNI AD Perkuat Ketahanan Pangan
Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional, melainkan harus berbasis data riset yang presisi.
“Dan ini kami merasa tersanjung, dan kami berharap ini bisa terealisasi, karena Garut butuh akselerasi, inovasi, dan implementasi teknologi bagi kemajuan Garut di masa yang akan datang,” ujar Bupati Syakur dengan penuh harap saat memberikan pernyataan di sela-sela kunjungan tersebut.
Momentum kerja sama ini semakin kuat mengingat Kabupaten Garut baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Dalam acara Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 yang digelar BRIN, Garut berhasil meraih penghargaan dengan nilai indeks sebesar 3,85. Capaian ini menjadi modal berharga bagi daerah untuk memetakan sektor mana saja yang membutuhkan intervensi teknologi lebih lanjut.
Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, melihat prestasi tersebut sebagai titik pijak yang ideal untuk penguatan lintas sektor. Menurutnya, data IDSD bukan sekadar angka, melainkan peta jalan untuk memperkuat ekonomi dan tata kelola di Kabupaten Garut.
“Kami berharap data informasi indeks daya saing daerah Kabupaten Garut bisa kita perkuat melalui kolaborasi bersama antara BRIN dengan Kabupaten Garut untuk berbagai macam sektor yang perlu diperkuat di sana,” jelas Dr. Yopi.
Tidak hanya berhenti pada urusan tata kelola pemerintahan, kolaborasi ini juga merambah pada sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan anak muda.
BRIN menawarkan skema konkret untuk menghidupkan ekosistem kewirausahaan di Garut melalui pembinaan unit usaha baru yang berbasis inovasi. Fokusnya adalah bagaimana riset-riset lokal yang ada di Garut tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mampu masuk ke pasar komersial.
Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Agus Haryono, menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Garut dalam melahirkan pengusaha-pengusaha baru berbasis teknologi.
“Kami dengan senang hati nantinya bisa memfasilitasi riset inovasi yang ada di Kabupaten Garut untuk bisa dikomersialkan melalui skema pembinaan startup untuk Kabupaten Garut, semoga ini nanti menular meningkatkan perekonomian di Kabupaten Garut,” tutur Prof. Agus.
Komitmen Bupati Syakur untuk mentransformasi Garut melalui digitalisasi dan inovasi daerah yang berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan dampak domino.
Dengan dukungan penuh dari para pakar riset nasional, Kabupaten Garut kini bersiap meninggalkan pola pembangunan lama menuju era baru yang lebih modern, efisien, dan memiliki daya saing yang tangguh.***













