banner 728x250

Dinilai Rawan Bencana, RKB SLB-C Karya Bhakti Garut Terancam Dipindah

banner 468x60

BERANDAKU.COM – Rencana bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk SLB-C Yayasan Karya Bhakti di Kecamatan Tarogong Kidul terancam tidak direalisasikan di lokasi yang diajukan. Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan akan menunda keputusan sampai ada kepastian kajian kerawanan bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, meninjau langsung sekolah yang berada di Jalan RSU tersebut pada Kamis (26/2/2026). Peninjauan dilakukan untuk memverifikasi rencana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sekaligus memastikan aspek keamanan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gedung baru.

Example 300x600

Menurut Putri, dukungan terhadap fasilitas pendidikan anak berkebutuhan khusus tetap menjadi komitmen pemerintah daerah. Namun ia menegaskan, keselamatan siswa menjadi prioritas yang tidak bisa dikompromikan.

“Saya coba crosschek kalau kegiatannya memang gak ada, kan kenapa kita menghalangi. Cuman ada satu pertimbangan dari BPBD masalah rawan bencana,” ujarnya.

Catatan BPBD mengenai potensi risiko bencana menjadi faktor krusial karena pembangunan yang diajukan bukan sekadar renovasi, melainkan pembangunan gedung baru di lahan kosong milik pemerintah daerah.

Putri bahkan membuka opsi relokasi apabila hasil kajian teknis menyatakan lokasi tersebut berisiko tinggi.

“Makanya saya tadi tawarkan, udah atuh cari lokasi lain yang memang sudah ada gedungnya. Jangan yang kosongan dan kebetulan ada, mau kita survey lagi karena ini kan kemanusiaan, ini bukan sekolah biasa,” katanya.

Ia menambahkan, risiko bencana menyangkut keselamatan jiwa, terlebih siswa berkebutuhan khusus yang membutuhkan perlindungan ekstra.

“Kalau misalnya bencana kan tadi kita berbicara nyawa manusia, apalagi anak-anak. Takutnya lagi begini ada apa-apa kan gak boleh,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SLB-C Yayasan Karya Bhakti, Tintin Nurnaeni, menyebutkan bantuan tersebut diajukan untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar yang saat ini masih terbatas. Lahan yang direncanakan merupakan aset pemerintah daerah yang berada di lingkungan sekolah.

Ketua Harian Yayasan Karya Bhakti, Sidi Pramono, menjelaskan sekolah telah berdiri sejak 1975 dan menempati lokasi saat ini sejak 1991. Ia mengakui sekolah pernah terdampak banjir bandang pada 2016 dengan ketinggian air mencapai sekitar tiga meter.

“Tahun 75 berdirinya, tapi kan dulu pindah-pindah, yang terakhir ini mulai di sini tahun 1991. Baru sekali terkena banjir bandang tahun 2016, parah terendam sampai 3 meter, dokumen ancur semua,” ungkapnya.

Pemkab Garut memastikan keputusan akhir akan diambil setelah koordinasi lintas dinas dan hasil kajian teknis rampung. Pembangunan tetap didorong berjalan, namun harus memenuhi aspek keselamatan dan mitigasi bencana. ***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *