TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program Masjid Ramah Pemudik (MRP) di jalur selatan Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).
Langkah ini diambil Kemenag guna memastikan fasilitas rumah ibadah di sepanjang jalur mudik mampu memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya ke Masjid Besar Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Kakanwil Kemenag Dudu Rohman memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para relawan, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta jajaran Kantor Urusan Agama (KUA).
Menurutnya, ketersediaan masjid yang nyaman menjadi faktor krusial bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang sedang menempuh perjalanan jauh.
“Relawan Masjid Ramah Pemudik di jalur selatan ini sangat bagus kinerjanya. Ketersediaan masjid yang ramah pemudik sangat membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan mudik maupun arus balik,” ujar Dudu.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, H. Ahmad Patoni, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 35 titik Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di berbagai jalur strategis di wilayahnya.
Penempatan titik-titik ini didasarkan pada intensitas kepadatan lalu lintas.
Baca Juga : Sukses Amankan Lebaran 2026, Kinerja Polres Ciamis Banjir Apresiasi dari Berbagai Elemen
Khusus untuk Jalur Selatan Tasikmalaya, terdapat tiga titik utama yang menjadi tumpuan pelayanan. “Untuk jalur selatan ada tiga titik prioritas, yaitu Masjid Besar Cikalong, Masjid Al Jannah Cipatujah, dan Masjid Al Jabar Cikalong,” jelas Ahmad Patoni.
Lebih lanjut, Patoni memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana di masjid-masjid tersebut beroperasi dengan baik.
Menariknya, fungsi MRP di jalur selatan tidak hanya dirasakan oleh para pemudik, tetapi juga oleh masyarakat yang hendak berwisata menuju kawasan pantai selatan Jawa Barat.
“Seluruh layanan berjalan maksimal hingga besok. Selain pemudik, banyak juga masyarakat yang hendak berwisata ke pantai memanfaatkan masjid ini sebagai tempat beristirahat dan beribadah,” pungkasnya.
Program Masjid Ramah Pemudik merupakan inisiatif berkelanjutan dari Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di hari besar keagamaan.
Melalui sinergi antara petugas KUA dan masyarakat setempat, masjid kini bertransformasi menjadi pusat pelayanan yang inklusif bagi seluruh pengguna jalan di tengah momentum arus mudik dan libur panjang Lebaran 2026.***













