News  

UNCIP Jadi Titik Awal Kirab Budaya Padjajaran 2026, Dedi Mulyadi Hadir Langsung di Tasikmalaya

Universitas Cipasung Tasikmalaya dipercaya menjadi titik awal Kirab Budaya “Napak Tilas Padjajaran” sebagai upaya pelestarian budaya Sunda dan penguatan identitas lokal

banner 468x60

TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM – Universitas Cipasung Tasikmalaya (UNCIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya daerah dengan menjadi titik awal Kirab Budaya “Napak Tilas Padjajaran” hari ketiga di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026).

Kegiatan budaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut dijadwalkan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh budaya, dan masyarakat.

Rute kirab budaya dimulai dari Universitas Cipasung Tasikmalaya menuju Kantor Bupati Tasikmalaya dengan jarak tempuh sekitar 3,5 kilometer.

Kirab Budaya “Napak Tilas Padjajaran” mengusung filosofi Sunda “Hana Nguni Hana Mangke, Tan Hana Nguni Tan Hana Mangke” yang memiliki makna kesinambungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan sebagai fondasi membangun peradaban.

Rektor Universitas Cipasung Tasikmalaya, Rita Tri Yusnita, mengatakan keterlibatan UNCIP dalam kegiatan tersebut bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan bentuk nyata integrasi nilai budaya dalam dunia pendidikan.

“Kirab budaya ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami sejarah dan identitas lokal. Kampus memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya di tengah tantangan globalisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Haji Acep Adang Ruhiat, Pipit Komaliah, menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan dan budaya dalam membangun masyarakat yang berkarakter.

“Kami mendukung penuh keterlibatan Universitas Cipasung Tasikmalaya dalam kegiatan ini. Ini bukan hanya tentang melestarikan tradisi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa identitas budaya adalah kekuatan bangsa,” katanya.

Penetapan UNCIP sebagai titik awal kirab budaya dinilai semakin mempertegas posisi kampus sebagai pusat edukasi yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penguatan nilai-nilai kearifan lokal.***

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *