News  

324 Pendaftar Berebut 80 Kursi Pelatihan UPTD BLK Tasikmalaya

Persaingan mengikuti program pelatihan kerja di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tasikmalaya memasuki tahap seleksi wawancara

324 Pendaftar Berebut 80 Kursi Pelatihan UPTD BLK Tasikmalaya
324 Pendaftar Berebut 80 Kursi Pelatihan UPTD BLK Tasikmalaya. (foto:istimewa)
banner 468x60

BERANDAKU.COM – Sebanyak 324 orang tercatat mendaftar untuk mengikuti pelatihan Batch 4 Tahun 2026, namun hanya 80 peserta yang nantinya dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan.

Proses seleksi wawancara tersebut dilaksanakan di Aula Serbaguna Balai Latihan Kerja Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026).

Ratusan calon peserta mengikuti tahapan seleksi setelah sebelumnya menjalani assessment siap latih melalui aplikasi Siap Kerja secara online.

Kepala UPTD BLK Kabupaten Tasikmalaya, Dede Gunawan, mengatakan, program pelatihan Batch 4 Tahun 2026 membuka lima kejuruan.

“Masing-masing kejuruan memiliki kuota 16 peserta, sehingga total peserta yang akan diterima sebanyak 80 orang,” ujarnya saat di konfirmasi, Rabu (19/8/2026).

Dede menjelaskan, kelima program pelatihan yang dibuka tersebut yakni finishing kayu teknik semprot, pembuatan roti dan kue, teknisi pemeliharaan sepeda motor, menjahit pakaian wanita dewasa, serta peracikan minuman kopi.

Dengan jumlah pendaftar mencapai 324 orang dan kuota hanya 80 peserta, persaingan untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan terbilang cukup ketat.

Artinya, tidak seluruh pendaftar dapat mengikuti pelatihan karena harus melewati tahapan seleksi yang telah ditetapkan.

Dede menjelaskan, proses seleksi diawali dengan assessment siap latih yang dilakukan melalui aplikasi Siap Kerja.

Tahapan tersebut menjadi salah satu syarat penting sebelum calon peserta diperbolehkan mengikuti wawancara.

“Pertama calon peserta mengisi assessment siap latih di aplikasi Siap Kerja secara online. Setelah mengisi assessment, calon peserta baru mengikuti tes wawancara,” katanya.

Menurut Dede, calon peserta yang tidak mengisi assessment siap latih tidak dapat mengikuti tahapan wawancara. Dengan demikian, assessment menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mekanisme seleksi calon peserta pelatihan.

Kalau tidak mengisi assessment siap latih, kata dia, calon peserta tidak berhak mengikuti tes wawancara.

Dalam pelaksanaannya, penilaian assessment dan wawancara dilakukan melalui mekanisme yang berbeda.

Untuk assessment yang dikerjakan secara daring melalui sistem, nilai peserta akan langsung keluar berdasarkan hasil yang diperoleh dari aplikasi.

Sementara untuk proses penilaian yang dilakukan secara langsung atau offline, penilaian menjadi kewenangan instruktur pada masing-masing kejuruan. Instruktur akan melakukan penilaian sesuai bidang pelatihan yang dipilih calon peserta.

“Kalau yang offline, penilaiannya dilakukan oleh instruktur kejuruan masing-masing,” jelasnya.

Dede menyebutkan, tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta yang nantinya diterima bukan hanya memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga memiliki kesiapan mengikuti proses pelatihan sesuai bidang yang dipilih.

Para peserta yang lolos nantinya akan mengikuti pelatihan sesuai kejuruan yang dipilih.

“Melalui proses seleksi berjenjang tersebut, kami berupaya menempatkan peserta sesuai dengan kesiapan dan bidang keterampilan yang diminatinya,” katanya.

Dede Gunawan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pelatihan kerja tersebut.

“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Kepala Dinas PMPTSPTK Kabupaten Tasikmalaya, serta BBPVP Bandung (Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung) yang telah mendukung pelaksanaan program pelatihan ini,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat penting dalam memperkuat penyelenggaraan pelatihan vokasi dan meningkatkan kesempatan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia berharap program pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya dalam meningkatkan kompetensi, produktivitas, serta membuka peluang kerja maupun usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.

“Semoga peserta yang mengikuti pelatihan ini benar-benar mendapatkan keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah selesai pelatihan, baik untuk mencari pekerjaan maupun membuka peluang usaha secara mandiri,” pungkasnya. (Red)

Penulis: El-FahriziEditor: Sidiq
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *