Ratusan Personel Gabungan Siap Amankan Pasca Nobar Persib di Tasikmalaya

DITERJUNKAN. Personel Polres Tasikmalaya siap mengamankan titik lokasi nonton bareng Persib Bandung di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

banner 468x60

TASIK, BERANDAKU.COM – Pertandingan Persib Bandung melawan Persijap Sabtu (23/5/2026) menjadi atensi bagi pihak kepolisian dan TNI serta pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk melakukan pengamanan.

Tim gabungan pengamanan TNI, Satpol PP, Dishub, hingga Brimob akan melaksanakan skemanya pagar betis di beberapa titik rawan kemacetan akibat konvoi kendaraan dan nonton bareng pasca Persib Bandung bertanding.

“Pengamanan akan dilakukan secara maraton selama dua hari, mulai dari hari pertandingan hingga euforia kemenangan yang diprediksi berlanjut hingga Minggu,” terang Kabag Ops Polres Tasikmalaya, Kompol Galatikko Nagiewanto.

Untuk menjamin kondusifitas, Polres Tasikmalaya akan menerjunkan langsung personil maksimal dengan dukungan instansi lainnya baik TNI, Dishub, Satpol-PP dibantu Brimob.

Galatikko memetakan skemanya pagar betis yang akan dilaksanakan dengan dibagi dalam beberapa jalur untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Konsentrasi massa akan terpusat di kawasan Universitas Cipasung (Uncip) yang menggelar nonton bareng (nobar) Persib Bandung. Titik rawan kepadatan diperkirakan terjadi pasca-pertandingan, tepatnya saat waktu Magrib.

“Biasanya pasca pertandingan selesai sekitar pukul 18.00 sore, massa langsung bergerak. Kami sudah memetakan rute konvoi suporter, mulai dari Uncip, Jalan Muktamar, jalan Badak Paeh, Kudang, Ciseda, Al-Furqon, dan berakhir di Alun-alun Singaparna,” kata Galatikko.

Ia menghimbau masyarakat agar mewaspadai massa liar dari luar rombongan resmi. Suporter ini bisanya dari kampung-kampung yang datang sendiri-sendiri dengan euforia masing-masing.

“Hal itu yang biasanya seringkali sulit dikendalikan.Mencegah terjadinya gesekan, Polres Tasikmalaya telah melakukan langkah preventif dengan merazia penyakit masyarakat dan kelengkapan kendaraan,” tegasnya.

Dalam penertiban fokus meliputi penyisiran di berbagai lokasi untuk memastikan tidak ada suporter dalam kondisi mabuk. Kemudian penertiban kendaraan yang tidak sesuai standar yang kerap memicu provokasi.

Jadi sumber masalah utama adalah kendaraan tidak standar dan kondisi fisik yang mabuk. Ini sangat berbahaya.

“Kami tetap lakukan tindakan persuasif, menghimbau agar konvoi tidak menutup jalan dan mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan lain,” ungkap Galatikko.***

 

 

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *