Komite SMAN 3 Tasikmalaya Dorong Pengawasan Siswa di Luar Sekolah

banner 468x60

TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM – Pasca mencuatnya dugaan perundungan terhadap sejumlah siswa kelas X oleh seniornya, pengawasan terhadap siswa SMAN 3 Tasikmalaya menjadi perhatian bersama antara sekolah dan orangtua.

Hal itu disampaikan Ketua Komite SMAN 3 Tasikmalaya, Irfan Ramdani, usai pertemuan bersama sejumlah orangtua siswa, pihak sekolah, dan guru di SMAN 3 Tasikmalaya, Rabu (30/9/2026).

Irfan mengatakan, pembinaan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orangtua juga memiliki peran penting dalam mendampingi dan mengawasi anak, terutama setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

“Kami menyadari bahwa pendidikan dan pembinaan anak merupakan tanggung jawab bersama antara pihak sekolah, guru, komite sekolah, dan orangtua. Jadi, pembinaan anak tidak berhenti ketika bel sekolah berbunyi,” kata Irfan.

Menurut Irfan, orangtua perlu mengetahui aktivitas dan pergaulan anak ketika berada di luar lingkungan sekolah. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan anak mengisi waktunya dengan kegiatan yang positif.

“Setelah kegiatan belajar mengajar selesai dan siswa berada di luar lingkungan sekolah, orangtua atau wali memiliki peran dan tanggung jawab utama dalam mengawasi, mendampingi, membina, serta memastikan anak menggunakan waktunya untuk kegiatan yang positif dan terarah,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Irfan, sekolah dan guru tetap memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan dan pembinaan selama siswa berada di lingkungan sekolah.

“Sekolah dan guru tetap melaksanakan pendidikan dan pembinaan secara berkelanjutan, termasuk penguatan karakter, kedisiplinan, etika, dan perilaku positif siswa,” katanya.

Irfan menambahkan, komite sekolah akan terus menjadi mitra sekolah dalam membangun komunikasi dengan orangtua dan masyarakat.

“Komite sekolah menjadi mitra sekolah dalam membangun komunikasi, kepedulian, dan sinergi dengan orangtua serta masyarakat,” ucapnya.

Terkait persoalan yang muncul di kalangan siswa, Irfan menegaskan pentingnya penyelesaian melalui komunikasi yang terbuka dan pendekatan edukatif.

“Setiap persoalan yang berkaitan dengan siswa akan dikomunikasikan dan diselesaikan melalui mekanisme yang baik, terbuka, edukatif, dan tidak menggunakan tekanan terhadap siswa,” tegas Irfan.

Ia juga menyampaikan bahwa para siswa diarahkan untuk saling menghormati, baik kepada guru, orangtua, kakak dan adik kelas, maupun sesama teman.

“Kita ingin anak-anak saling menghormati dan menghindari segala bentuk tekanan, intimidasi, kekerasan, atau kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Menurut Irfan, keberhasilan pembinaan siswa membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya sekolah.

“Sekolah mendidik, guru membina, orangtua mendampingi, dan bersama-sama kita menjaga anak-anak kita. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. ***

Penulis: BoyEditor: Redaksi
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *